KLHK Finalisasi Dokumen Status Hutan Indonesia 2018

Isna Rifka Sri Rahayu
KLHK bersama perwakilan FAO menggelar lokakarya untuk menyelesaikan isi dokumen Status Hutan Indonesia. (Foto: KLHK)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan FAO untuk menyusun dan menerbitkan publikasi pertama Status Hutan Indonesia. KLHK bersama perwakilan FAO menggelar lokakarya untuk menyelesaikan isi dokumen tersebut.

Dokumen tersebut menyoroti upaya-upaya pemerintah Indonesia melalui berbagai instrumen kebijakan dan praktik kehutanan mendorong tata kelola pemerintahan yang baik dalam pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia. “Status Hutan Indonesia (National SOFO) adalah masa depan hutan kita. Dokumen ini kemungkinan bertahan sampai 30 tahun ke depan, dan Anda bertanggung jawab atas masa depan hutan Indonesia. Ini merupakan langkah besar bagi kehutanan Indonesia dengan dukungan dari FAO. Mungkin ini bisa di bandingkan dengan dukungan FAO pada pembangunan pertanian Indonesia pada tahun 70-an,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/5/2018).

Status Hutan Indonesia akan memberi informasi kepada komunitas global tentang status hutan Indonesia dan sumber daya kehutanan, dan upaya-upaya pemerintah untuk memberikan akses alokasi sumber daya kehutanan agar bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Dokumen ini juga akan mencegah dan mengelola deforestasi dan degradasi sumber daya kehutanan dan untuk memastikan terwujud keadilan lingkungan hidup dan kesetaraan kesempatan bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk penduduk asli.

“Dunia sedang mencari seorang pemimpin di bidang kehutanan, satwa liar dan keanekaragaman hayati. Masyarakat internasional mengharapkan kepemimpinan kita,” ujar Siti.

Status Hutan Indonesia 2018 terdiri dari enam bab yaitu Pendahuluan, Ikhtisar kawasan hutan Indonesia, Mengatasi faktor pendorong deforestasi dan degradasi hutan, Pembangungan kapasitas pengelolaan hutan, Menuju paradigma baru pengelolaan kawasan konservasi, dan Kontribusi sektor kehutanan dan swasta terhadap ekonomi nasional.

“Merupakan kehormatan bagi kami FAO bisa mendukung proses penyusunan Status Hutan Indonesia 2018 sejak Oktober tahun lalu.  Bagi FAO, dokumen Status Hutan Indonesia 2018 bukan hanya penting bagi Indonesia tetapi juga bagi dunia,“ ucap Perwakilan FAO di Indonesia Stephen Rudgard.

Draf pertama saat ini sedang ditinjau secara teknis, dan akan diperbaharui dengan revisi pada akhir bulan ini. Status Hutan Indonesia 2018 akan diluncurkan pada akhir Juni 2018 melalui soft launching, sebelum dipresentasikan oleh Menteri Lingkungan dan Kehutanan Siti Nurbaya pada Konferensi Internasional Komite Kehutanan FAO, Juli 2018.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
4 bulan lalu

Amran Ungkap Produksi Beras Nasional Tembus 34,77 Juta Ton, Lampaui Target

Nasional
7 bulan lalu

Indonesia Bersih 2029: KLH/BPLH Pacu Pengendalian Sampah 100 Persen

Buletin
2 tahun lalu

Pekanbaru Punya Oase Hijau Baru Bernama Ekoriparian

Eksklusif
2 tahun lalu

FAO Tetapkan Agroforestri Salak Bali Sebagai Warisan Pertanian Dunia 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal