Peringkat Utang Membaik, Investor Makin Percaya Tanamkan Modal

Ade Miranti Karunia Sari
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman dalam acara Forum Kebijakan Pembiayaan Proyek Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) di Gedung Dhanapal Kementerian Keuangan Jakarta (Foto: iNews.id/Ade)

JAKARTA, iNews.id – Perbaikan peringkat utang oleh Fitch Ratings menandakan perekonomian Indonesia semakin kuat dan membaik. Hal itu menunjukkan bahwa kebijakran makro sudah memberikan dampak positif, terutama terkait kepercayaan investor terhadap ekonomi dalam negeri.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Luky Alfirman mengatakan, perbaikan peringkat itu akan menjadi instrumen dalam pembiayaan di tahun depan. Investor dinilai akan makin gandrung menanamkan modalnya di Indonesia.

"Kalau kami terbitkan SUN (Surat Utang Negara), diharapkan mendorong lebih rendahnya biaya utang yang kita keluarkan atau biaya cost of fund," katanya pada acara Forum Kebijakan Pembiayaan Proyek Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), di Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat (22/12/2017).

Meski begitu, dia menilai, pekerjaaan rumah pemerintah ke depan masih cukup banyak. Indonesia kata Luky masih lemah dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) hingga pembangunan infrastruktur.

"Di bidang SDM, misalnya IPM (Indeks Pembangunan Manusia) masih rendah dibanding negara tetangga. Kebutuhan infra juga masih cukup tinggi. Kedua hal itu harus segera kami atasi. Enggak bisa menunggu. Kita bicara investasi yang hasilnya baru bisa dinikmati kemudian hari, tetapi itu harus dilakukan sejak sekarang," tuturnya.

Luky melanjutkan, di tahun depan target pembangunan perlu dicapai meski terganjal dengan persoalan pembiayaan. Dia menyatakan, salah satu sektor yang memang membutuhkan dana besar adalah infrastruktur.

"Banyak sekali belanja yang harus kita mulai, seperti infrastruktur misalnya harus kita tangani segera. Di situlah pemerintah masih mengambil kebijakan kita masih membutuhkan pembiayaan," ujarnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

4.576 Personel Gabungan Kawal Demo di 5 Titik Jakarta Hari Ini

57 tahun lalu

OJK Ungkap Insentif dari Kemenkeu untuk Emiten dengan Free Float 40 Persen

57 tahun lalu

Momen Purbaya Rapat Mendadak di Lobi Kemenkeu, Bahas Pelemahan Rupiah?

57 tahun lalu

Purbaya Tegas Tolak Tax Amnesty Lagi: Kalau Ada, Berarti Saya Dipecat!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal