Produksi Emas Indonesia Menyusut, Ini Penyebabnya

Antara
Kementerian ESDM mengungkapkan produksi emas Indonesia tahun ini menyusut jauh di bawah pencapaian 2019 sebesar 109,02 ton. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian ESDM mengungkapkan produksi emas Indonesia tahun ini menyusut. Di mana hingga Mei 2020 baru mencapai 9,98 ton, jauh di bawah pencapaian 2019 sebesar 109,02 ton.

Staf Khusus Kementerian ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif mengungkapkan, penurunan produksi emas sebagai imbas terpengaruhnya kegiatan produksi PT Freeport Indonesia di Papua, terkait masa transisi dari penambangan terbuka (open pit) ke tambang bawah tanah.

"Dengan total produksi mencapai 80 ton per tahun, selama ini Freeport menjadi penyumbang terbesar produksi emas Indonesia," kata Irwandy.

Irwandy memperkirakan masa transisi kegiatan penambangan Freeport bisa mencapai dua tahun. Namun, jika perusahaan itu bisa mempercepat proses transisi maka produksi emas Indonesia akan kembali normal, yaitu berkisar pada angka 120 ton per tahun.

Irwandy juga menegaskan jumlah perusahaan tambang emas saat ini mencapai 28 perusahaan di seluruh Indonesia. Sebab itu, jika Freeport belum bisa kembali normal pada akhir tahun ini, diprediksi produksi emas nasional pada 2020 tidak terlalu jauh di bawah 100 ton.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga Emas Antam Hari Ini Melejit, Simak Selengkapnya!

57 tahun lalu

Harga Emas Antam Hari Ini Tak Berubah, Bertahan di Level Rp2,6 Jutaan

57 tahun lalu

Siap-Siap! Harga Emas Diproyeksi Naik ke Rp2,79 Juta per Gram Pekan Ini

57 tahun lalu

Harga Emas Antam Hari Ini, per Gram Dijual Berapa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal