8 Baterai Alat Pemantau Gunung Anak Krakatau Dicuri, Sensor Aktivitas Sempat Lumpuh

iNews TV
Sebanyak delapan unit baterai akumulator (aki) penyuplai daya di stasiun pemantauan LV93 Gunung Anak Krakatau, perairan Selat Sunda, dilaporkan raib digondol pencuri. Foto: iNews TV

JAKARTA, iNews.id — Sebanyak delapan unit baterai akumulator (aki) penyuplai daya di stasiun pemantauan LV93 Gunung Anak Krakatau, perairan Selat Sunda, dilaporkan raib digondol pencuri. Aksi pencurian tak bertanggung jawab ini menyebabkan transmisi data serta sensor pemantau aktivitas gunung api tersebut sempat lumpuh total.

Aksi pencurian tersebut terungkap saat tim teknis dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi melakukan pemeriksaan peralatan di lapangan pasca-erupsi. Petugas awalnya menduga terputusnya jalur komunikasi data akibat kerusakan stasiun akibat lontaran material vulkanik dan abu erupsi.

Namun, saat tim tiba di lokasi stasiun pemantauan, ditemukan dua boks penyimpanan aki dalam kondisi rusak dan dibobol pada bagian engselnya. Sebanyak delapan unit aki yang berfungsi menyalurkan daya untuk alat seismometer dan kamera pengawas (CCTV) hilang.

Petugas menemukan jejak kaki di sekitar lokasi yang mengarah ke wilayah pantai di sisi utara pulau, yang mengindikasikan bahwa baterai-baterai tersebut dibawa pergi dengan cara diseret menuju perahu. Mengingat bobot satu unit aki mencapai 20 hingga 30 kilogram (dengan total beban berkisar antara 160 hingga 240 kilogram), pencurian ini diduga kuat dilakukan oleh lebih dari satu orang pelaku.

Menanggapi kejadian tersebut, tim teknis PVMBG bergerak cepat melakukan perbaikan dengan memasang baterai pengganti. Saat ini, sensor seismometer dan kamera CCTV di stasiun pemantauan LV93 telah berhasil dihidupkan kembali sehingga pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali beroperasi secara normal.

PVMBG mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan dan warga di sekitar Selat Sunda, untuk ikut serta menjaga serta merawat sarana pemantauan kebencanaan tersebut. Keberadaan alat-alat pemantau ini sangat vital sebagai sistem peringatan dini demi menjamin keselamatan masyarakat dari ancaman bahaya erupsi Gunung Anak Krakatau.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
4 hari lalu

Luas Gunung Anak Krakatau Bertambah 32,8 Hektare usai Erupsi, Muncul 2 Pulau Baru

6 hari lalu

Heboh Muncul Dataran Baru Disebut Cucu Anak Krakatau, Badan Geologi Buka Suara

7 hari lalu

BP BUMN Beri Tali Kasih ke Keluarga 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Terkena Musibah di Selat Sunda

8 hari lalu

Jasad Kru Kapal Ditemukan, Istri Jurnalis iNews Yudistiro Pranoto Berharap Pencarian Dilanjutkan

8 hari lalu

Polisi: Jasad Kru Kapal Rombongan Jurnalis Hilang Kontak Teridentifikasi lewat Tes DNA

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal