JEMBRANA, iNews.id — Dampak kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Provinsi Bali kian memprihatinkan. Di Kabupaten Jembrana dan Gianyar, warga harus mengantre berjam-jam hingga jalur antrean BBM mengular sejauh 3 kilometer. Beratnya perjuangan berburu bahan bakar membuat sejumlah warga mengalami kelelahan ekstrem hingga pingsan di lokasi SPBU.
Salah satu insiden pingsannya warga terjadi di SPBU kawasan Kabupaten Jembrana pada Rabu (14/10/2026). Petugas kepolisian yang menerima laporan via layanan darurat 110 langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi korban.
PS Kasi Dokkes Polres Jembrana, Aiptu I Gusti Bagus Adi Sadnyana Putra mengonfirmasi peristiwa penanganan medis darurat tersebut. Korban terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Bali Med Jembrana untuk mendapatkan perawatan intensif.
"Hasil pemeriksaan awal, yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit epilepsi. Korban mengalami kelelahan hebat setelah mengantre BBM sejak pukul 04.00 WITA. Setelah penanganan awal di TKP, kami langsung merujuknya ke rumah sakit," kata Aiptu I Gusti Bagus Adi Sadnyana Putra, Rabu (14/10/2026).
Krisis Pertalite dan Pertamax Meluas
Kondisi tak jauh berbeda terjadi di Gianyar, di mana antrean kendaraan mengular hingga 3 kilometer demi mendapatkan BBM jenis Pertalite maupun Pertamax. Menipisnya stok pasokan BBM bersubsidi membuat ribuan warga rela bertahan dari dini hari hingga malam hari.
Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kondisi fisik, membawa air minum saat mengantre, serta segera meminta bantuan petugas kepolisian atau layanan darurat jika merasakan pusing dan lemas saat mengantre.