JAKARTA, iNews.id — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap para korban musibah tenggelamnya Kapal Motor, KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa kini telah memasuki hari kelima. Tim SAR gabungan mengintensifkan strategi pencarian dengan memfokuskan penyelaman serta pemindaian objek di bawah permukaan laut.
Pengalihan fokus ke operasi bawah laut ini dilakukan guna menyisir lambung kapal serta area di sekitar bangkai kapal yang diduga masih mengurung sejumlah penumpang yang belum ditemukan.
Untuk menunjang pencarian di kedalaman laut, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, serta Polairud mengerahkan alutsista khusus yang dilengkapi teknologi sonar detection dan instrumen pemindai canggih. Pengerahan unsur kapal perang seperti KRI Canopus turut diperkuat untuk memetakan titik koordinat bangkai kapal secara presisi.
Tim penyelam handal disiagakan untuk melintas masuk ke area dalam bangkai kapal bilamana kondisi arus dan jarak pandang di bawah air memungkinkan.
Kendati pencarian bawah laut menjadi prioritas utama, kendala berupa arus bawah laut yang kuat serta cuaca yang fluktuatif di sekitar perairan Masalembo tetap menjadi tantangan terbesar bagi para personel di lapangan.
Selain operasi di kedalaman, penyisiran permukaan laut di atas kapal-kapal patroli juga terus dilanjutkan dengan memperluas radius pencarian mengikuti arah pergerakan arus laut. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban yang terbawa arus hingga ke perairan di luar titik kejadian awal.
Pihak Basarnas dan tim gabungan menegaskan komitmennya untuk terus memaksimalkan seluruh sumber daya dan potensi SAR hingga seluruh penumpang maupun awak kapal yang dilaporkan hilang dapat ditemukan.