PALANGKARAYA, iNews.id – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menerpa wilayah Kalimantan tak hanya mengancam kesehatan serta aktivitas masyarakat, tetapi juga meluas pada keselamatan satwa liar dilindungi. Salah satu spesies yang paling parah terdampak adalah orangutan, yang terpaksa menghirup pekatnya asap kebakaran hingga menderita sakit bahkan mati mengenaskan.
Di kawasan konservasi dan rehabilitasi satwa liar Nyaru Menteng, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOSF) mencatat sebanyak 21 individu orangutan terinfeksi penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat keterpaparan asap tebal Karhutla.
Guna mencegah memburuknya kondisi kesehatan satwa, pihak pengelola secara intensif memberikan penanganan medis darurat berupa pemberian obat-obatan hingga terapi pernapasan (nebulizer).
"Jadi batuk influenza sudah ada dan itu yang kita berikan obat-obatan dan juga nebulizer ya karena ee dampak dari asap itu sangat parah buat mereka sudah membuat di areal kerja kami di Nyarum Menteng batas areal kami kami buat ee parit sekat sebagai ee fire brake kemudian di semua batas itu per 300 400 m itu kita buat sumur bor sehingga kalau ada api datang mendekat ke areal kerja kita sumur bor kita itu sudah siap untuk dipakai untuk menadapkan api di luar," ujar pihak pengelola konservasi Nyaru Menteng dalam keterangannya.
Tak hanya gangguan pernapasan massal, ganasnya dampak asap Karhutla juga merenggut nyawa orangutan. Seekor orangutan jantan dewasa yang dinamai 'Sempurna' ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di Dusun Sempurna, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Sebelum mati, orangutan tersebut sempat ditemukan kritis di dalam parit dengan tubuh yang sangat lemah akibat menderita gangguan pernapasan akut.
Ancaman Karhutla di Kalimantan terus memicu empati dan kepedulian masyarakat, tokoh lokal, hingga selebriti yang turun langsung ke lapangan membantu upaya pemadaman. Kendati demikian, perjuangan di lapangan masih menghadapi tantangan berat lantaran titik-titik api baru terus bermunculan di wilayah hutan Kalimantan.