JEMBRANA, iNews.id — Antrean kendaran untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali dalam sepekan terakhir memicu ketegangan di lapangan. Di tengah antrean kendaraan yang mengular hingga berkilometer-kilometer, seorang petugas SPBU di Denpasar bahkan meluapkan emosinya dan protes langsung di hadapan Gubernur Bali Wayan Koster akibat kelelahan melayani pembeli tanpa henti.
"Saya bukan robot, saya capek, Pak!" teriak petugas tersebut di hadapan gubernur dan warga yang tengah mengantre, menyuarakan keletihan fisik setelah harus melayani masyarakat sejak pagi hari .
Dampak antrean BBM ini dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai titik, seperti di Jembrana dan kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung. Sejumlah pengendara bahkan terpaksa menginap di area SPBU karena kendaraan mereka kehabisan bahan bakar.
Parahnya lagi, antrean panjang di bawah terik matahari membuat banyak warga jatuh sakit. Berdasarkan data Sidokes Polres Jembrana, tercatat ada delapan warga yang mengalami kelelahan ekstrem hingga jatuh pingsan saat mengantri di SPBU Jalan Sudirman, Jembrana. Tim medis kepolisian pun terpaksa menerjunkan patroli sepeda gayung dan mendirikan posko kesehatan darurat untuk menolong para korban.
Di tengah kesulitan mendapatkan BBM resmi, situasi ini dimanfaatkan oleh oknum tertentu. Beredar video di media sosial yang memperlihatkan seorang pengendara ojek online menjual bensin eceran dalam botol kepada turis asing di kawasan Canggu dengan harga fantastis, yakni mencapai Rp150.000 hingga Rp200.000 per 1,5 liter. Aksi tersebut kini tengah diselidiki pihak kepolisian.
Di sisi lain, kelangkaan ini juga memunculkan momen unik yang menyita perhatian warganet. Seorang warga negara asing (WNA) tertangkap kamera membagikan minuman dingin serta es krim kepada warga yang sabar mengantri berjam-jam di SPBU.