JAKARTA, iNews.id — Enam aktivis Greenpeace Indonesia dilarikan ke Klinik Biddokkes Polda Metro Jaya usai melakukan aksi pemanjatan Monumen Selamat Datang, Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Langkah ini diambil setelah kondisi para aktivis terdeteksi lemas usai turun dari monumen.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold E.P. Hutagalung, menyatakan pihaknya mengerahkan enam unit ambulans untuk mengevakuasi para aktivis guna mendapatkan perawatan medis mendalam.
"Kondisi mereka secara kasat mata lemas. Bahkan aktivis perempuan yang turun pertama membutuhkan bantuan oksigen tambahan," ujar Reynold di lokasi kejadian, Selasa (20/10/2026).
Reynold merinci, keenam aktivis yang dievakuasi terdiri dari dua perempuan dan empat laki-laki. Pihak kepolisian mengutamakan keselamatan jiwa para aktivis sebelum melanjutkan prosedur hukum terkait aksi tersebut.
Aksi nekad tersebut digelar Greenpeace tepat pada peringatan dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam aksinya di puncak patung Bundaran HI, mereka membentangkan spanduk bernada kritik keras terhadap kebijakan penanganan krisis iklim dan beban biaya hidup masyarakat.