TANGERANG SELATAN, iNews.id — Kepolisian mengungkapkan fakta baru terkait ledakan hebat yang mengguncang area ruko pertokoan di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan. Polisi memastikan bahwa insiden maut yang menewaskan dua orang dan melukai 11 orang tersebut bukan dipicu oleh bom, melainkan ledakan dari tabung gas khusus pematang buah.
Kepastian tersebut diperoleh usai Tim Penjinak Bom (Jibom), Puslabfor Mabes Polri, Ditreskrimum Polda Metro Jaya, dan Polres Tangerang Selatan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal di lokasi.
"Hasil olah TKP dengan Jibom dan tim gabungan dipastikan ini bukan bom. TKP merupakan gudang penyimpanan buah," ujar Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Susatyo Purnomo Condro, Rabu malam.
Dari hasil penyisiran di titik kerusakan terparah, petugas menemukan sebuah tabung gas etilen berukuran 52 kilogram serta tumpukan buah pisang mentah dalam jumlah cukup banyak. Tabung gas etilen tersebut biasa dipergunakan untuk proses pemeraman atau pematangan buah-buahan sebelum didistribusikan ke pasar.
Berdasarkan keterangan saksi sekitar, saat peristiwa terjadi sedang ada aktivitas pengemasan buah yang akan disuplai ke sejumlah pasar. Kerusakan akibat daya ledak dilaporkan merusak sekitar empat blok ruko dua lantai di lokasi tersebut.
Pihak kepolisian telah mengamankan lima orang saksi untuk dimintai keterangan di Polres Tangerang Selatan. Karena kondisi di lokasi yang kurang memungkinkan pada malam hari, olah TKP dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali oleh tim Puslabfor Mabes Polri bersama Polres Tangsel.
Sejauh ini, total korban akibat insiden ledakan tercatat sebanyak 13 orang, dengan rincian dua orang meninggal dunia dan 11 orang lainnya mengalami luka-luka yang kini dalam perawatan medis.