JAKARTA, iNews.id- Suasana haru dan prihatin menyelimuti lokasi posko pengungsian korban musibah kebakaran hebat yang melanda kawasan padat penduduk di Kramat Pulo, Jakarta Pusat. Di tengah keterbatasan fasilitas darurat, tenda-tanda penampungan sementara kini tampak dipadati oleh ratusan jiwa yang kehilangan tempat tinggal, dengan mayoritas penghuninya terdiri dari kaum wanita dan anak-anak.
Bencana kebakaran yang terjadi secara mendadak tersebut tidak hanya menghanguskan puluhan rumah warga, tetapi juga memorak-porandakan aktivitas harian keluarga setempat. Sebagian besar kepala keluarga kini harus berjuang keras memulihkan keadaan, sementara para ibu dan anak-anak balita terpaksa bertahan di posko pengungsian dengan perlengkapan seadanya.
Di dalam posko darurat, tampak para ibu berupaya menenangkan anak-anak mereka yang masih diliputi rasa trauma akibat kobaran api yang melahap tempat tinggal mereka dengan cepat. Sejumlah batita dan anak usia sekolah terlihat tidur berdesakan di atas alas seadanya.
Kondisi ini menuntut perhatian ekstra dari para petugas medis maupun relawan kemanusiaan yang berjaga di lokasi guna memastikan kesehatan para pengungsi tetap terjaga, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak.
Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, pakaian layak pakai, serta obat-obatan mulai berdatangan dari berbagai pihak untuk meringankan beban para korban. Meskipun demikian, kebutuhan akan selimut, susu anak, serta perlengkapan kebersihan pribadi masih menjadi prioritas mendesak bagi para pengungsi yang harus meninggalkan seluruh harta benda mereka saat musibah terjadi.
Pemerintah setempat bersama unsur relawan terus berkoordinasi untuk mendata kerugian serta menyiapkan langkah-langkah pemulihan pasca-bencana. Warga korban kebakaran di Kramat Pulo kini hanya bisa berharap uluran tangan dan kepedulian dari berbagai pihak agar mereka dapat segera bangkit dan melewati masa-masa sulit di tempat pengungsian sementara.