JAKARTA, iNews.id — Sebanyak empat Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban penyanderaan bajak laut Somalia akhirnya berhasil diselamatkan dan tiba di Tanah Air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Keempat ABK tersebut merupakan bagian dari kru kapal MT Honour 25 yang sempat disandera oleh kelompok perompak Somalia selama kurang lebih lima hingga enam bulan sejak pembajakan terjadi pada April lalu.
Momen kepulangan para ABK diwarnai suasana haru tangis bahagia keluarga dan jajaran perwakilan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang menyambut kedatangan mereka. Meski selamat dan berhasil dipulangkan dalam kondisi stabil, para korban mengaku sempat melewati masa-masa mencekam di bawah ancaman maut dan todongan senjata para pembajak.
Kapten kapal, Ashari, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas keberhasilan upaya pembebasan dan pemulangan tersebut. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengapresiasi kerja keras Pemerintah Indonesia, Kemlu RI, serta pihak-pihak terkait yang terus mengawal proses negosiasi dan evakuasi hingga mereka bisa kembali berkumpul dengan keluarga.
Pemerintah memastikan akan memberikan penanganan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan kesehatan fisik dan pendampingan psikologis (trauma healing), sebelum mengantarkan para WNI tersebut kembali ke kampung halaman masing-masing.