Amerika Resmi Keluar Dari Paris Agreement, Kampanye Perubahan Iklim Terancam

Djairan
Presiden AS, Donald Trump. (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) sah keluar dari Pakta Lingkungan Global. Pakta dari Kesepakatan Paris (Paris Agreement) itu bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Keputusan tersebut diambil di tengah-tengah ketidakjelasan hasil Pilpres AS. Langkah itu setidaknya menjadi bukti janji Donald Trump meski rivalnya, Joe Biden juga siap membawa AS bergabung kembali jika terpilih menjadi presiden.

"Penarikan AS akan menyisakan lubang yang amat besar dalam upaya untuk memenuhi tujuan dan cita-cita Kesepakatan Paris," kata Sekretaris Eksekutif UN Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), Patricia Espinosa, dikutip dari Reuters, Kamis (5/11/2020).

Kendati demikian, Espinosa memastikan AS tetap menjadi bagian dari UNFCCC. Dia menjamin lembaganya siap membantu AS apabila ingin bergabung kembali dalam Pakta Lingkungan Global.

Niat AS untuk keluar dari Paris Agreement disampaikan oleh Presiden Donald Trump pada Juni 2017. Pemberitahuan resmi kepada PBB disampaikan pada 4 November 2019.

Keputusan AS mengecewakan sejumlah negara, termasuk Inggris dan Prancis. Namun, mereka berharap bisa terus bekerja sama dengan Amerika mengambil inisiatif untuk mengatasi masalah perubahan iklim.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
3 jam lalu

Prabowo soal Tarif AS: Kita Pasti Cari yang Menguntungkan!

Nasional
11 jam lalu

Meski Ada Perjanjian Tarif AS, Prabowo Tegaskan Hilirisasi Tak Bisa Ditawar

Nasional
10 jam lalu

Prabowo soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Diutamakan!

Internasional
7 jam lalu

Dihujani Rudal, Negara-Negara Arab Kirim Peringatan Terakhir untuk Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal