Arab Saudi: Solusi Damai, Palestina Harus Merdeka Berdasarkan Kesepakatan 1967

Ahmad Islamy Jamil
Menlu Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan bin Abdullah. (Foto: Reuters)

RIYADH, iNews.id – Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan bin Abdullah, pada Jumat (14/5/2021) menyerukan langkah-langkah yang intensif untuk mencapai perdamaian Palestina dan Israel. Menurut dia, konflik tersebut hanya bisa diredakan dengan solusi yang komprehensif dan adil.

Pangeran Faisal menegaskan, solusi tersebut harus memungkinkan Palestina untuk mendirikan negara merdeka dan berdaulat berdasarkan Kesepakatan 1967. Kesepakatan itu tidak hanya mengatur soal batas-batas wilayah, tetapi juga menetapkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina. 

Selain itu, upaya perdamaian juga harus sejalan dengan resolusi-resolusi internasional lainnya dan Prakarsa Perdamaian Arab 2002.

Pangeran Faisal pada Jumat kemarin menelepon rekannya dari Palestina, Riyad al-Maliki, untuk membahas eskalasi konflik terbaru antara Israel dan pejuang di Jalur Gaza. Dia menyatakan, Arab Saudi mengecam keras praktik-praktik ilegal otoritas Israel. Dia juga mendesak Israel segera menghentikan pelanggaran norma-norma dan perjanjian internasional.

Pesawat-pesawat tempur Israel kembali menggempur Gaza, Palestina, Sabtu (15/5/2021) pagi. 

Sampai hari ini, belum ada tanda-tanda akan berakhirnya pertempuran. Jumlah korban pun terus bertambah. Palestina melaporkan 11 orang tewas di Tepi Barat di tengah bentrokan antara pengunjuk rasa dan pasukan keamanan Israel.

Sedikitnya 128 orang telah tewas di Gaza sejak Senin (10/5/2021), termasuk 31 anak-anak dan 20 perempuan, dan 950 lainnya terluka, kata pejabat medis Palestina.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hamas Bubarkan Pemerintahan Gaza di Tengah Proses Gencatan Senjata dengan Israel

57 tahun lalu

Ari Lasso Suarakan Kemerdekaan Palestina di Panggung Prambanan Jazz 2026

57 tahun lalu

Viral Ari Lasso Unggah Bendera Palestina usai Dikabarkan Mau Nikah di Israel

57 tahun lalu

Menteri Radikal Israel Itamar Ben Gvir Batal Ikuti Pertemuan di Markas PBB New York, Takut Ditangkap?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal