AS: China Target Masjid-Masjid Muslim Uighur untuk Hapus Keyakinan Minoritas

Nathania Riris Michico
Petugas keamanan Uighur berpatroli di dekat Masjid Id Kah di Kashgar di wilayah Xinjiang, China barat, 4 November 2017. (Foto: AP).

WASHINGTON, iNews.id - Seorang pejabat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menuduh China berusaha menghapuskan identitas Muslim warga Uighur dengan berusaha menghancurkan atau menutup tempat-tempat ibadah di Xinjiang, barat laut China.

Pejabat yang berbicara dengan syarat identitasnya dirahasiakan tersebut mengatakan, Partai Komunis China dalam upayanya menentang minoritas Uighur, telah menghapus simbol-simbol agama dari tempat-tempat ibadah, dan mengawasi mereka dengan ketat.

Sekitar 13 juta etnis Uighur dan minoritas Muslim lainnya diyakini tinggal di wilayah Xinjiang.

Pemerintah China sejak awal 2017 dituduh melakukan penindakan keras di wilayah itu dengan melakukan penahanan dan "pendidikan ulang" paksa terhadap orang-orang yang dituduh tidak setia kepada ideologi pemerintah.

Pemerintah AS dan organisasi-organisasi HAM menyatakan, sedikitnya satu juta warga Uighur ditahan di kamp-kamp di mana mereka terpapar penyiksaan dan kerja paksa. Di luar kamp-kamp itu, populasi minoritas dikontrol dengan ketat dan praktik-praktik keagamaan sederhana dilarang.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
2 jam lalu

Kisah Banjir Nepal Hanyutkan Brankas Bank, Warga Curi Uang Miliaran Rupiah

6 jam lalu

261 Warga Asing dari 23 Negara Hilang di China akibat Banjir Dahsyat, Ini Daftarnya

20 jam lalu

Jumlah Korban Tewas Banjir Nepal-China Nyaris 700 Orang, Baru 20 Jenazah Teridentifikasi

23 jam lalu

Awas! Nepal Peringatkan Banjir Dahsyat Susulan, Bawa Lumpur dan Puing-Puing 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal