AS dan Rusia Bakal Berunding soal Isu Keamanan 10 Januari, Bahas soal Ukraina?

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) berjabat tangan dengan Presiden AS Joe Biden (kanan). (Foto: Reuters)

WASHINGTON DC, iNews.id – Para pejabat AS dan Rusia akan mengambil bagian dalam perundingan untuk membahas masalah keamanan pada 10 Januari nanti. Diskusi itu diselenggarakan di saat hubungan kedua negara menegang atas aktivitas militer Moskow di dekat perbatasan Ukraina

Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih pada Senin (27/12/2021) waktu AS mengungkapkan, Rusia dan NATO juga dijadwalkan untuk melakukan pembicaraan pada 12 Januari nanti. Sementara itu, pertemuan regional yang lebih luas termasuk Moskow, Washington DC, dan beberapa negara Eropa dijadwalkan berlangsung pada 13 Januari.

“Ketika kami duduk untuk berunding, Rusia dapat menyampaikan keprihatinannya di atas meja, dan kami juga akan menempatkan keprihatinan kami di atas meja terhadap aktivitas (militer) Rusia,” kata juru bicara Gedung Putih yang menolak disebutkan namanya itu, dilansir Reuters, Selasa (28/12/2021) WIB. 

Dia mengatakan, tidak ada keputusan tentang Ukraina yang akan dibuat dari perundingan itu, tanpa juga melibatkan Ukraina.

“Akan ada area di mana kita dapat membuat kemajuan, dan area di mana kita tidak akan setuju. Itulah yang dimaksud dengan diplomasi,” tuturnya.

Presiden AS Joe Biden pada Senin telah menandatangani Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional AS, atau NDAA, untuk tahun fiskal 2022. Di dalam UU itu, termaktub rencana Washington DC untuk menyediakan anggaran militer sebesar 300 juta dolar AS untuk inisiatif yang mendukung Angkatan Bersenjata Ukraina dan miliaran dolar lagi untuk pertahanan Eropa secara luas.

Pemerintah Amerika Serikat menganggap Presiden Rusia, Vladimir Putin, sedang mempertimbangkan invasi ke negara tetangganya, Ukraina. Amerika pun telah menjanjikan sanksi yang cepat dan brutal jika serangan semacam itu benar-benar terjadi. Moskow telah membantah tudingan AS tersebut.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Breaking News: AS Serang Iran Lagi

57 tahun lalu

Pemimpin Hizbullah Peringatkan Israel: Tarik Seluruh Pasukan dari Lebanon Tanpa Syarat

57 tahun lalu

Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapatkan Perdamaian Permanen

57 tahun lalu

AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal