AS Sebut Pesawat Tempur Rusia Ikut Memborbardir Ghouta Timur

Anton Suhartono
Warga sipil menyelamatkan salah korban pengeboman di Ghouta Timur. (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id – Pemerintah Amerika Serikat membuat pernyataan keras dengan menuduh Rusia terlibat dalam serangan yang menewaskan ratusan penduduk Ghouta Timur, Suriah. Padahal PBB sudah memberlakukan gencatan senjata.

Gedung Putih menyebut, pesawat-pesawat militer Rusia lepas landas dari Pangkalan Udara Humaymim di Suriah melakukan setidaknya 20 misi pengeboman setiap hari, termasuk di Damaskus, pada periode 24 sampai 28 Februari.

Tak disebutkan jenis bom apa saja yang dijatuhkan. Namun AS menyebut pesawat-pesawat yang digunakan sulit terdeteksi radar.

“Rusia telah melanggar perjanjian (gencatan senjata PBB) dan membunuh warga sipil tak berdosa di bawah operasi yang mengatasnamakan memberantas terorisme,” demikian pernyataan Gedung Putih, dikutip dari Reuters, Senin (5/3/2018).

Sementara itu rezim Bashar Al Assad berjanji terus melanjutkan serangan di Ghouta Timur dan tak malu-malu melanggar gencatan senjata PBB. Serangan bertubi-tubi ke kawasan itu disebut sebagai perang paling mematikan di dunia saat ini, dengan korban tewas lebuh dari 650 orang.

Perang di Ghouta Timur memasuki tahun ketiga. Dengan bantuan Rusia dan Iran, rezim Syiah ini berambisi merebut daerah yang dihuni warga Muslim Sunny itu.

Lembaga Pemantau HAM menyebut, serangan pasukan Suriah di Ghota Timur telah menewaskan 659 orang sejak 18 Februari 2018. Sementara pengeboman di Damaskus menewaskan 27 orang.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
2 jam lalu

Prabowo soal Tarif AS: Kita Pasti Cari yang Menguntungkan!

Nasional
10 jam lalu

Meski Ada Perjanjian Tarif AS, Prabowo Tegaskan Hilirisasi Tak Bisa Ditawar

Nasional
9 jam lalu

Prabowo soal Tarif Resiprokal AS: Kepentingan Nasional Diutamakan!

Internasional
6 jam lalu

Dihujani Rudal, Negara-Negara Arab Kirim Peringatan Terakhir untuk Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal