AS Setop Produksi Uang Koin, Ini Alasannya 

Anton Suhartono
Donald Trump mengumumkan akan menghentikan produksi uang koin (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Donald Trump pada 9 Februari lalu mengumumkan akan menghentikan produksi uang koin. Alasannya, biaya produksi untuk mencetak satu koin, baik penny (pecahan 1 sen) dan nikel (pecahan 5 sen), jauh lebih tinggi daripada nominalnya.

Trump mengatakan biaya untuk mencetak koin-koin tersebut mengalami kenaikan. 

Data Departemen Keuangan AS pada Desember 2024 mengungkap, biaya untuk mencetak dan mendistribusikan satu koin penny selama tahun fiskal 2024, yang berakhir pada September, hampir 4 sen. Sedangkan biaya produksi satu koin nikel naik menjadi hampir 14 sen. 

Meningkatnya biaya material jelas memengaruhi denominasi. 

Otoritas percetakan uang AS telah mengurangi produksi penny dan nikel dalam beberapa tahun terakhir guna meminimalisasi kerugian. Sekitar 3,2 miliar penny diproduksi pada tahun fiskal 2024, dibandingkan 5,3 miliar 3 tahun sebelumnya.

Amerika Serikat bukan negara pertama yang menghentikan pencetakan koin 1 sen. Selandia Baru dan Australia menghentikan pencetakan koin sen masing-masing pada 1989 dan 1992. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Presiden Pezeshkian Ngadu ke Putin, Kenapa Iran dan AS Tak Kunjung Berdamai

2 hari lalu

Harga Minyak Dunia Melemah usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Energi Rusia-Ukraina

2 hari lalu

Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.913 per Dolar AS

2 hari lalu

Trump Bela Kesepakatan Solar dengan Rusia, Zelensky Murka: Putin Dapat Duit untuk Perang!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal