WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat menyetujui penjualan bom, perangkat pemandu, dan peralatan militer lain senilai 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp88,1 triliun kepada Arab Saudi.
Departemen Luar Negeri (Deplu) AS menyatakan penjualan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pertahanan udara Arab Saudi dalam menangkal ancaman di kawasan.
"Memperkuat pertahanan dalam negeri serta meningkatkan interoperabilitas dengan sistem yang dioperasikan oleh pasukan AS serta mitra kawasan Teluk lainnya," bunyi pernyataan Deplu AS, dikutip Sabtu (5/9/2026).
Disebutkan pula, penjualan tersebut juga untuk mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan keamanan nasional AS yakni dengan meningkatkan keamanan negara-negara sekutu utama di luar NATO.
Namun penjualan tersebut tetap harus melalui persetujuan Kongres AS. Deplu telah memberi tahu Kongres mengenai penjualan bom ke Aran Saudi.
Arab Saudi menjadi sasaran serangan drone dan rudal Iran dan pemberontak Houthi Yaman sejak AS dan Israel melancarkan perang melawan Teheran pada Februari akhir.
Pangkalan militer AS di Saudi menjadi target serangan Iran pada masa awal perang, menghancurkan pesawat intai berharga mahal.