Bela Israel, AS Sebut Tak Melihat Ada Pengusiran Paksa Warga Gaza

Anton Suhartono
Amerika Serikat membantah laporan Human Right Watch (HRW) mengenai pengusiran paksa pasukan Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) membantah laporan Human Right Watch (HRW) mengenai pelanggaran Israel di Jalur Gaza. Pemerintah negeri Paman Sam menyatakan belum melihat bahwa Israel melakukan pengusiran paksa terhadap hampir 1,9 juta warga Palestina di Gaza selama perang berlangsung.

"Kami belum melihat pemindahan paksa apa pun. Namun seperti yang telah Anda dengar secara konsisten, ini adalah sesuatu yang akan kami perhatikan dengan sangat cermat," kata Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) AS, Vedant Patel, seperti dikutip dari Anadolu, Jumat (15/11/2024).

Menurut Patel, Israel secara konsisten selalu meminta warga sipil untuk mengungsi dari area tertentu sebelum melakukan operasi militer. 

"Setelah itu mereka bisa pulang," katanya.

Pengusiran paksa warga Palestina, lanjut dia, akan menjadi garis merah bagi AS. Hal itu merujuk pada pidato Menteri Luar Negeri (Menlu) Antony Blinken di Tokyo pada 8 November 2023. Saat itu Blinken menegaskan tidak boleh ada pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza.

"Tidak saat ini dan tidak setelah perang," kata Blinken, saat itu.

Patel juga menegaskan kembali sikap tegas AS yang menentang pencaplokan wilayah Gaza oleh Israel.

HRW pada Kamis kemarin menuduh Israel melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan dengan menggusur paksa hampir 1,9 juta warga Palestina sejak perang pada 7 Oktober 2023.

Dalam laporan bertajuk "Putus asa, Kelaparan, dan Terkepung: Pengungsian Paksa Warga Palestina di Gaza oleh Israel" HRW menjelaskan bagaimana serangan Israel, perintah evakuasi, dan penghancuran infrastruktur menciptakan bencana kemanusiaan yang luar biasa.

"Tujuan pasukan Israel tampaknya adalah untuk memastikan mereka (Gaza) dikosongkan dan dibersihkan secara permanen dari warga Palestina dan, sebagai gantinya, diduduki dan dikendalikan oleh pasukan Israel," bunyi laporan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
6 jam lalu

9 WNI Ditangkap Israel, RI Minta Bantuan Yordania hingga Turki untuk Pembebasan

Internasional
8 jam lalu

87 Aktivis Global Sumud Flotilla Mogok Makan di Penjara Israel, Ini Tuntutannya

Buletin
9 jam lalu

Video Baru Hizbullah: Rudal dan Drone Kamikaze Lumpuhkan Tank Merkava Israel

Internasional
11 jam lalu

AS Tuduh WHO Telat Deteksi Ebola di Kongo, Renggut 100 Nyawa Lebih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal