SEOUL, iNews.id - Bukan hanya rupiah yang anjlok menembus Rp18.000, mata uang Korea Selatan won juga melemah terhadap dolar AS, bahkan mencapai titik terendah sejak 2009 atau 17 tahun lalu. Dalam penutupan perdagangan pada Sabtu (6/6/2026), won Korea menembus angka 1.560 per dolar AS.
Nilai tukar won mencapa 1.559 per dolar AS pada penutupan perdagangan pukul 02.00, melemah 19,9 won dari penutupan perdagangan siang hari.
Selama sesi tersebut, won juga sempat menyentuh angka 1.561,5 per dolar AS, menandai level terlemah sejak 6 Maret 2009. Saat itu won diperdagangkan pada 1.597 per dolar AS, di tengah krisis keuangan global.
Sebelumnya pada 5 Juni, won melemah ke level terendah 1.549,1 per dolar AS pada pukul 10.27, sebelum berfluktuasi dalam kisaran 1.530 hingga 1.540 won hingga mengakhiri perdagangan pada siang hari pada 1.539,1 won.
Won berada di bawah tekanan hebat selama perdagangan semalam, anjlok sejak sekitar pukul 21.30 waktu setempat. Mata uang tersebut secara berturut-turut menembus level psikologis penting 1.550 dan 1.560 won per dolar AS.
Won menghadapi tekanan penurunan yang meningkat akibat penjualan saham perusahaan Korea yang terus berlanjut oleh investor asing serta konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Penguatan dolar secara luas mempercepat penurunan won.