CCTV Penjara Iran Diretas, Video Penyiksaan Tahanan Viral di Media Sosial

Umaya Khusniah
Salah satu rekaman seorang tahanan dihajar oleh penjaga penjara. (Foto: Tangkapan layar rekaman/BBC)

TEHERAN. iNews.id - Sebuah video rekaman CCTV yang menunjukkan para tahanan di penjara Evin Teheran, Iran diperlakukan dengan buruk viral di media sosial. Kepala penjara meminta maaf atas video menyedihkan tersebut. 

Mohammad Mehdi Hajmohammadi mengatakan dia menerima tanggung jawan atas perilaku yang tidak dapat diterima tersebut. Dia berjanji akan menangani kasus ini dengan serius dan menghukum orang-orang yang bersalah.

“Mengenai gambar-gambar dari penjara Evin, saya menerima tanggung jawab atas perilaku yang tidak dapat diterima seperti itu. Saya bersumpah untuk mencoba mencegah terulangnya peristiwa pahit seperti itu dan untuk menangani secara serius dengan para pelaku kesalahan,” tulis Hajmohammadi di Twitter-nya.

Sebelumnya, rekaman CCTV penjara bocor ke media sosial. Dalam video terlihat tahanan pria diseret kemudian dipukuli oleh staf penjara berseragam. Beberapa video juga menunjukkan tahanan dan penjaga penjara saling pukul. 

Bocornya video ini terjadi setelah sekelompok peretas lokal yang menamainya 'Edalat e Ali' (keadilan itu Ali) mengunggahnya di media sosial. Mereka mengatakan, diunggahnya video tersebut di media sosial semata ingin menunjukkan suramnya kondisi penjara di tengah lingkungan mewah Teheran. 

Penjara Evin, yang menampung sejumlah tahanan politik terkenal, masuk daftar hitam oleh pemerintah AS pada 2018 karena pelanggaran hak asasi manusia berat.

Wakil kepala peradilan Iran, Mohammad Mosadeq Kahnamoie mengatakan, pemerintah tengah menangani kasus ini. Hasilnya akan segera diumumkan.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Internasional
46 menit lalu

30% Korban Tewas Serangan AS-Israel ke Iran Anak-Anak, Rudal Ditembak dari UEA

Internasional
6 jam lalu

Negara-Negara Teluk Marah ke AS usai Wilayahnya Digempur Drone Iran Tanpa Peringatan

Internasional
8 jam lalu

Baru 100 Jam Serang Iran, Biaya Perang AS sudah Tembus Rp60 Triliun

Nasional
9 jam lalu

Lindungi WNI di Timur Tengah, Pemerintah Bentuk Tim Respons Krisis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal