NEW YORK, iNews.id - Dewan Keamanan PBB, Minggu (8/10/2023) waktu New York, gagal mengadopsi pernyataan apa pun terkait perang Hamas dan Israel. Perang sejak Sabtu pekan lalu itu telah menewaskan lebih dari 1.100 orang dari kedua pihak, mayoritas warga sipil.
Perwakilan Tetap Malta untuk PBB Vanessa Frazier mengatakan, tidak ada satu pun negara yang mengusulkan draf pernyataan. Namun semua anggota Dewan Keamanan PBB mengecam serangan Hamas ke wilayah Israel.
Wakil Tetap Uni Emirat Arab (UEA) untuk PBB Lana Zaki Nusseibeh menambahkan, Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Tor Wennesland sedang membuat laporan mengenai situasi di zona konflik.
Saling serang masih berlangsung hingga Senin (9/10/2023). Israel membombardir puluhan titik di Gaza sepanjang Minggu malam hingga Senin dini hari. Mereka mengklaim menyasar target-target para pejuang Palestina seperti Hamas dan Jihad Islam.
Data otoritas kesehatan Palestina di Gaza mengungkap, hingga Senin pagi, 436 warga Palestina tewas. Dari jumlah tersebut, 91 di antaranya anak-anak.
Sementara itu pejuang Palestina juga terus menembakkan roket-roketnya ke wilayah Israel. Di samping itu, mereka juga melakukan serangan darat dengan menyerang kota-kota di Israel yang berada di perbatasan.
Militer Israel melaporkan pertempuran terjadi di 7 sampai 8 titik di berbagai wilayah Israel.