ISTANBUL, iNews.id - Hamas mengomentari ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Sebelumnya Trump mengancam akan melenyapkan Hamas jika tak segera membebaskan semua sandera yang tersisa di Jalur Gaza.
Juru Bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan, pernyataan Trump hanya mempersulit upaya gencatan senjata serta mendorong Israel untuk menarik diri dari kesepakatan gencatan senjata.
"Ancaman-ancaman tersebut mempersulit berbagai masalah terkait dengan perjanjian gencatan senjata serta mendorong pemerintah penjajah (Israel) untuk menarik diri dari melaksanakan poin-poin kesepakatan," kata Qassem, kepada Anadolu, dikutip Jumat (7/3/2025).
Dia menegaskan, AS merupakan salah satu mediator gencatan senjata Hamas-Israel yang ikut menandatangani kesepakatan. Sementara salah satu isi poin kesepakatan dengan jelas menyebutkan bahwa pembebasan sandera Israel dilakukan dalam tiga tahap.
"Hamas melaksanakan semua kewajibannya di bawah tahap pertama (perjanjian), tapi Israel menghindari untuk memasuki tahap kedua," kata Qassem.