Dibius Mati, Keinginan Ilmuwan David Goodall untuk Meninggal Terpenuhi

Anton Suhartono
David Goodall menggelar jumpa pers di Swiss pada 9 Mei sehari atau sebelum meninggal (Foto: AFP)

BASEL, iNews.id - Keinginan ilmuwan asal Australia berusia 104 tahun, David Goodall, untuk mengakhiri hidup terpenuhi. Goodall menjalani pembiusan sukarela hingga meninggal di sebuah klinik di Basel, Swiss, Kamis (10/5/2018).

Pendiri yayasan Exit International, pihak yang membantu ahli ekologi itu mengakhiri hidup, Philip Nitschke, mengatakan, Goodall meninggal pada pukul 10.30 GMT.

"Dia meninggal dengan damai," kata Philip, dikutip dari AFP.

Menurut Philip, Goodall dibius menggunakan cairan Nembutal yang dimasukkan dengan cara infus.

Goodall sebenarnya ingin meninggal di Australia. Namun hukum di negara itu tak membolehkan seseorang menjalani euthanasia jika tidak dalam kondisi sakit parah.

Victoria merupakan negara bagian pertama di Australia yang mengizinkan euthanasia, namun hanya bagi pasien yang divonis dokter tidak bisa bertahan lebih dari enam bulan. Itu pun undang-undanganya baru berlaku mulai Juni 2019.

Goodall tak mengalami sakit yang mengancam jiwa, bahkan masih terlihat sehat. Alasannya mengakhiri hidup karena kualitas hidupnya semakin memburuk sehingga dia ingin segera mati.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
10 hari lalu

Indra Bekti Tunda Rencana Pindah ke Australia, Ini Alasannya

21 hari lalu

Roy Suryo Soroti Surat Keterangan Pendidikan Gibran di Australia, Ini Temuannya

22 hari lalu

Heboh! Puluhan Ribu Medali Ajang Sydney Marathon 2026 Salah Cetak

2 bulan lalu

Rekor Penerbangan Terpanjang, Pesawat Airbus A350 Terbang 24 Jam Nonstop Australia-Prancis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal