TOKYO, iNews.id - Perdana Menteri JepangSanae Takaichi mengubah kediaman dinasnya sebagai tempat kerja. Oleh karena itu kantor presiden dan rumah baginya sama-sama tempat untuk bekerja.
Pernyataan itu disampaikan Takaichi menanggapi isu yang menyebut dirinya cenderung mengasingkan diri di rumah, ketimbang menghabiskan waktu lebih panjang di kantor perdana menteri.
“Saya telah menciptakan lingkungan untuk bekerja, baik di kantor maupun kediaman dinas. Ini memungkinkan saya untuk membuat penilaian yang diperlukan dan mengambil tindakan dengan cepat, baik di pagi, malam, atau hari libur,” kata Takaichi, seperti dikutip dari Kyodo, Minggu (23/8/2026).
Alasan lain, Takaichi lebih sering menggunakan kediaman dinas untuk bekerja guna mengurangi beban staf kantor perdana menteri. Jika dia menghabiskan banyak waktu di kantor, hal itu membutuhkan tambahan petugas keamanan dan personel lain karena jam kerja yang lebih panjang.
"Saya menjalankan tugas-tugas yang diperlukan (sepanjang hari dan malam)," ujarnya.
Perempuan yang menjabat PM Jepang pada Oktober 2025 itu pindah ke kediaman dinas di sebelah kantor perdana menteri pada Desember.
Dukungan publik terhadap Takaichi menurun berdasarkan jajak pendapat baru-baru ini. Di saat yang sama dia mendorong agenda-agenda penting, termasuk revisi Undang-Undang Rumah Tangga Kekaisaran yang mempertahankan sistem suksesi hanya untuk laki-laki serta pemangkasan sementara pajak konsumsi atas barang-barang makanan.