Drone Rusia Kembali Serang Pelabuhan Ekspor Gandum Ukraina di Odesa

Ahmad Islamy Jamil
Pelabuhan Odesa menjadi salah satu pelabuhan utama Ukraina untuk mengekspor biji-bijiannya ke mancanegara. (Foto: Reuters)

KIEV, iNews.idRusia dilaporkan melancarkan serangan drone alias pesawat tak berawak terhadap pelabuhan utama untuk ekspor biji-bijian Ukraina di Wilayah Odesa, Senin (4/9/2023). Serangan tersebut merusak sejumlah gudang dan membakar gedung-gedung di pelabuhan itu. 

Gubernur Wilayah Odesa, Oleh Kiper mengatakan, serangan drone kali ini berlangsung selama 3,5 jam di Pelabuhan Sungai Danube di Izmail, Odesa, Ukraina. Gudang dan gedung produksi pun jadi sasaran. Sementara puing-puing drone membakar beberapa bangunan infrastruktur sipil di sana.

Gubernur Kiper mengatakan, sekitar 17 drone Rusia telah ditembak jatuh. Namun, beberapa di antaranya mengenai targetnya di Wilayah Izmail. Berdasarkan laporan awal, tidak ada korban jiwa atau cedera.

Reuters melansir, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan bertemu pada Senin ini di Kota Sochi, Rusia. Pertemuan itu diselenggarakan setelah Ankara dan PBB berupaya menghidupkan kembali kesepakatan ekspor gandum Ukraina demi membantu meringankan krisis pangan global. 

Turki menilai perundingan itu penting untuk mencapai kesepakatan.

Rusia memutuskan keluar dari perjanjian Gandum Laut Hitam pada Juli lalu, tepat setahun setelah kesepakatan yang ditengahi oleh PBB dan Turki itu diberlakukan. Moskow berdalih, ekspor makanan dan pupuk Rusia terus menghadapi hambatan, sementara pasokan gandum Ukraina ke negara-negara yang membutuhkan tidak mencukupi.

Setelah keluar dari perjanjian itu, Rusia sering melancarkan serangan terhadap pelabuhan-pelabuhan di Sungai Danube, yang sejak itu menjadi jalur utama Ukraina untuk mengekspor komoditas biji-bijiannya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
20 jam lalu

Detik-Detik Kapal Kargo Turki Terbakar usai Diserang Drone di Laut Hitam

1 hari lalu

Terungkap! Iran Siapkan Serangan ke Ukraina untuk Balas Dendam, tapi Dibatalkan

6 hari lalu

Alasan Rusia Buru Pendiri Telegram Pavel Durov hingga Terancam Penjara Seumur Hidup

7 hari lalu

Diburu Rusia, Pendiri Telegram Pavel Durov Terancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal