LONDON, iNews.id - Ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan merebut Greenland membuat warga wilayah Arktik bagian dari Denmark tersebut tak bisa tidur karena ketakutan.
Menteri Bisnis dan Sumber Daya Mineral Greenland Naaja Nathanielsen mengatakan, warganya mengalami kekhawatiran luar biasa karena ancaman pencaplokan wilayah.
Menurut Nathanielsen, perdana menteri dan seluruh pemimpin politik Greenland kompak menolak aneksasi atau menjadi bagian dari AS melalui cara apa pun.
"Itu bukan sesuatu yang kami tuju dan perjuangkan, tapi kami telah berusaha untuk lebih sering berkolaborasi dengan Amerika selama bertahun-tahun. Kita adalah sekutu Amerika, tapi kita tidak memandang bagian dari Amerika," katanya, kepada parlemen Inggris di London.
Nathanielsen menambahkan, penduduk Greenland merasa dikhianati oleh retorika Trump mengenai wilayah mereka. Penduduk khawatir dengan setiap pernyataan dari AS mengenai pencaplokan atau pembelian Greenland.
“Kami merasa retorika tersebut menyinggung, seperti telah kami sampaikan berkali-kali, tapi juga membingungkan karena kami tidak melakukan apa pun selain mendukung gagasan bahwa Greenland adalah bagian dari kepentingan nasional Amerika,” ujarnya, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu (14/1/2026).