ANKARA, iNews.id - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kemungkinan akan bertemu dengan Putra Mahkota Pangeran Muhammed bin Salman (MBS) di sela KTT G-20 di Argentina pekan depan.
Pertemuan mereka berlangsung di tengah ketegangan kedua negara soal pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Otoritas Turki mengindikasikan keterlibatan MBS dalam pembunuhan itu, namun Saudi membantah.
"Kemungkinan ada (pertemuan). Kami sedang melihat programnya," kata juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin, dikutip dari AFP, Jumat (23/11/2018).
Sebelumnya Erdogan mengatakan bahwa orang yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi merupakan pejabat tinggi di pemerintahan Saudi, namun tak menyebut MBS. Keduanya pernah menjalin komunikasi via telepon pada 24 Oktober membicarakan kerja sama untuk mengungkap kasus ini.
Di pihak lain, jaksa penuntut Saudi, menyatakan MBS tak mengetahui perihal pembunuhan yang dilakukan intelijen di kantor konsulat di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober 2018. Pembunuhan yang disebut dengan 'operasi nakal' ini dilakukan intelijen tanpa sepengetahuan kerajaan.
Lima pejabat, termasuk wakil kepala intelijen Saudi, akan menghadapi hukuman mati. Jaksa menyebut ada 21 orang yang sudah ditahan, 11 di antaranya terbukti terlibat dan akan menjalani proses hukum selanjutnya.
Sementara itu, sebelum bertolak ke Buenos Aires, MBS melakukan lawatan di kawasan untuk mencari dukungan menjelang KTT G-20. Kemarin, MBS berkunjung ke Uni Emirat Arab. Ini merupakan lawatan luar negeri pertamanya setelah dia dituduh sebagai dalang pembunuhan Khashoggi, termasuk oleh badan intelijen AS, CIA.