Facebook Berani Blokir Akun Donald Trump, tapi Tidak terhadap Duterte dan Bolsonaro?

Djairan
Ilustrasi media sosial Facebook. (Foto: Reuters)

MENLO PARK, iNews.idFacebook telah memblokir akun milik Presiden AS, Donald Trump. Kepala Operasi Facebook, Sheryl Sandberg mengatakan, perusahaannya tidak memiliki rencana untuk mencabut pemblokiran akun politikus Partai Republik itu.

Sebelumnya, Facebook memutuskan menangguhkan akun Trump hingga akhir masa jabatan presidennya, 20 Januari 2021. Sandberg pun mengaku senang telah membekukan akun Trump. Menurut dia, langkah itu membuktikan Facebook telah menindak tegas berbagai bentuk dukungan terhadap kekerasan, termasuk oleh Trump, dalam aksi penyerbuan Gedung DPR AS (Capitol) Rabu pekan lalu.

“Ini menunjukkan presiden tidak serta-merta berada di atas kebijakan yang kami miliki,” ujar Sandberg, dikutip Reuters, Selasa (12/1/2021).

Perempuan itu mengatakan, jika Trump ingin mengajukan banding atas penghapusan konten serta pembekuan akunnya, itu bisa terjadi melalui dewan pengawas baru perusahaan, meskipun hal itu sebenarnya tetap menjadi perkara yang sulit. Sebelumnya, Twitter telah lebih dulu memblokir akun Trump secara permanen, terhitung mulai Jumat (8/1/2021) waktu AS.

Konten terkait kekerasan di Facebook terbukti meningkat dalam beberapa minggu sebelum aksi unjuk rasa di DPR AS pekan lalu. Facebook mengaku kecolongan terkait itu, hingga memicu kritik yang menilai Facebook  gagal mengambil tindakan tegas.

Sandberg mengatakan, Facebook saat ini sedang mengawasi kemungkinan protes bersenjata lebih lanjut yang direncanakan di Washington DC dan di 50 ibu kota negara bagian AS lainnya. Tepatnya menjelang pelantikan Presiden AS terpilih Joe Biden pada 20 Januari mendatang, yang juga telah diperingatkan oleh FBI.

Saat ditanya mengapa Facebook tidak mengambil tindakan serupa terhadap para pemimpin negara lain, seperti Presiden Brasil Jair Bolsonaro dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte—yang juga dituduh menghasut kekerasan di Facebook—Sandberg pun berkelit. Dia mengatakan, kebijakan perusahaannya pasti akan berlaku secara global.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pidato Kemerdekaan Ke-250 AS, Trump: Militer Kita yang Terkuat, Menang 2 Perang Dunia!

57 tahun lalu

Iran Berduka! Trump Hentikan Negosiasi Seminggu, Beri Waktu Pemakaman Khamenei

57 tahun lalu

Trump Klaim Bikin Iran Tak Berkutik: Kita Hancurkan Rudal Iran

57 tahun lalu

Trump: AS Tak Akan Gulingkan Rezim Iran, Fokus Senjata Nuklir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal