Hamas: Israel Tak Ingin Damai 

Anton Suhartono
Hamas menuduh Israel ingin menggagalkan kesepakatan gencatan senjata fase kedua yang dicapai dengan negara-negara mediator serta pemerintah Amerika Serikat (Foto: AP)

GAZA, iNews.id - Hamas menuduh Israel ingin menggagalkan kesepakatan gencatan senjata fase kedua yang dicapai dengan negara-negara mediator serta pemerintah Amerika Serikat (AS). Sejak pengumuman itu disampaikan Presiden AS Donald Trump pada Jumat pekan lalu, pasukan Zionis justru meningkatkan serangan. Bahkan militer Israel membunuh sedikitnya 18 warga Gaza dalam sehari, Minggu (2/8/2026).

Hamas menilai, pengeboman tersebut merupakan peningkatan serangan yang disengaja oleh pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, bertujuan untuk menghalangi kesepakatan yang dicapai dengan para mediator, termasuk pemerintahan AS.

Hamas menyerukan kepada para negara-negara mediator dan penjamin perjanjian gencatan senjata untuk menjalankan tanggung jawab mereka, mengutuk serangan Israel dan segera menekan Israel untuk menghentikan serangan dan mematuhi perjanjian tersebut.

"Serangan tersebut sama dengan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan," bunyi pernyataan kelompok perlawanan yang berkuasa di Gaza tersebut, dikutip Senin (3/8/2026).

Hamas juga menyerukan komunitas internasional untuk mengambil tindakan hukum guna meminta pertanggungjawaban para pemimpin Israel.

Sebelumnya Dewan Perdamaian juga mendesak langkah-langkah untuk melindungi warga Palestina, yang menurut mereka terus menghadapi ancaman genosida dan pengusiran.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 jam lalu

Trump Umumkan Gencatan Senjata Fase II, Israel Justru Bunuh 18 Warga Gaza dalam Sehari

18 jam lalu

Ini Alasan Trump Batalkan Serangan ke Iran

20 jam lalu

Trump Akhirnya Batalkan Serangan ke Iran

21 jam lalu

Diam-Diam Pangeran MBS Telepon Trump, Minta AS Batalkan Serang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal