Ibu Jual Bayinya Rp9 Juta demi Pengobatan Suami yang Lumpuh

Anton Suhartono
Sanju tega menjual bayinya seharga Rp9 juta demi membiayai pengobatan suamunya yang lumpuh (Foto: Caters News Agency)

NEW DELHI, iNews.id – Seorang perempuan di Bareilly, India, tega menjual anak yang baru dilahirkannya seharga 42.000 rupe atau sekitar Rp9 juta. Ibu bernama Sanju (21) itu membutuhkan uang untuk membiayai suaminya, Harswaroop Singh (25), yang lumpuh.

Harswaroop yang mencari nafkah sebagai buruh konstruksi mengalami kecelakaan kerja pada Oktober 2017. Dia jatuh dari lantai tinggi menyebabkan tulang belakangnya patah. Sejak itu dia tidak mampu bekerja dan hanya terbaring di tempat tidur. Padahal dia harus menghidupi sembilan orang anggota keluarga, termasuk orangtua dan adiknya.

Untuk menyambung hidup, dia meminjam uang. Namun karena tak sanggup membayar cicilan, Harswaroop menggadaikan rumahnya.

Lalu pada 14 Desember 2017, lahirlah anak ketiga Sanju dan Harswaroop. Sanju pun menjual anaknya setelah mendapat izin dari Harswaroop. Kabar mengenai penjualan anak itu menyebar ke penduduk desa, hingga sampai ke telinga polisi. Petugas pun menyelidiki kasus ini hingga berhasil mengembalikan sang bayi ke Sanju.’

"Saya satu-satunya tumpuan keluarga untuk mencari nafkah. Ayah saya punya penyakit asma dan ibu saya sudah sakit sejak lama. Adik laki-laki saya juga tak bisa kerja setelah jarinya putus akibat kecelakaan," kata Harswaroop, dikutip dari MailOnline, Kamis 4 Januari 2018.

Dia menjelaskan, anaknya sengaja diserahkan ke orang lain, bukan hanya karena dia membutuhkan uang, tapi juga khawatir tak bisa membesarkannya.

Sekarang kekhawatirannya bertambah karena tidak mampu mengembalikan uang 42.000 rupe sebagai biaya pembayaran bayinya. Tapi dia sedikit lega karena pemerintah akan menanggung biaya pengobatannya dari kelumpuhan.

"Kami sudah mengembalikan bayi itu ke keluarganya. Mereka benar-benar miskin, kami membuka rekening bank untuk membantu keluarga ini dan sudah mengisi 15.000 rupe. Setelah mendengar kisah ini, beberapa organisasi sosial siap membantu," kata pejabat pengadilan setempat, Kunwar Pankaj.

Sementara itu, Sanju merasa senang anaknya bisa kembali. Kini perhatiannya tertuju pada perawatan suaminya.

"Itu (menjual bayi) keputusan paling sulit dalam hidup saya, tapi saya tak punya pilihan lain. Saya mengkhawatirkan suami saya. Saya tidak di bawah tekanan, menjual bayi itu adalah keputusan bersama," kata Sanju.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
7 hari lalu

Agrinas: Impor 105.000 Pikap dari India Hemat Anggaran Rp46,5 Triliun

Internasional
7 hari lalu

Pesawat Ambulans Udara Bawa 7 Orang termasuk Pasien Jatuh

Nasional
8 hari lalu

Purbaya Ungkap Impor 105.000 Pikap untuk Kopdes Pakai Dana Desa, Tak Bebani Fiskal

Nasional
8 hari lalu

Respons Agrinas Diminta Tunda Impor 105.000 Pikap dari India: Kami Taat Perintah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal