Indonesia dan Malaysia Gagas Pertemuan Khusus Bahas Kudeta Myanmar

Anton Suhartono
Presiden Joko Widodo dan PM Muhyddin Yassin bertemu di Istana Merdeka Jakarta membahas berbagai isu bilateral, regional, dan global (Screengrab: YouTube Setneg)

JAKARTA, iNews.id - Menteri luar negeri negara-negara ASEAN diminta mengadakan pertemuan untuk membahas situasi di Myanmar pascakudeta militer pada Senin lalu.

Presiden Joko Widodo saat bertemu Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin di Jakarta, Jumat (5/2/2021), mengatakan, menlu kedua negara diminta untuk berbicara dengan pemimpin ASEAN untuk mengatur pertemuan khusus membahas Myanmar. 

Pada kesempatan itu Muhyiddin juga mengatakan kudeta militer Myanmar merupakan langkah mundur dalam proses demokrasi Myanmar.

Militer Myanmar menggulingkan kepemimpinan Aung San Suu Kyi dalam kudeta militer setelah lebih dulu menangkapnya berserta beberapa pejabat pemerintahan maupun partai berkuasa.

Setelah itu beberapa negara ASEAN mengomentari kudeta tersebut. Pejabat Thailand, Kamboja, dan FIlipina, memandang penggulingan Suu Kyi merupakan masalah dalam negeri dan negara-negara tersebut tak akan mencampuri urusan dalam negeri Myanmar.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Markas Judol di Hayam Wuruk Pakai Pola Operasi ala Kamboja dan Myanmar

57 tahun lalu

Jokowi Ungkap Alasan Pilih Lampung Jadi Titik Awal Safari Politik

57 tahun lalu

Sidang KIP Jateng, Bonatua Silalahi Tegaskan Tak Mundur dari Sengketa Ijazah Jokowi

57 tahun lalu

Respons Jokowi soal Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan: Itu Kewenangan Kejaksaan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal