Ini 3 Poin Utama Tuntutan Hamas ke Israel di Perundingan Gencatan Senjata

Anton Suhartono
Hamas memberikan 3 tuntutan utama gencatan senjata Gaza kepada Israel (Foto: AP)

GAZA, iNews.id - Harapan tercapainya gencatan senjata di Jalur Gaza kembali menguat setelah Hamas menyatakan kesediaannya membebaskan 10 sandera Israel. Namun, jalan menuju kesepakatan damai tetap terjal karena perundingan masih berlangsung alot, terutama akibat sikap keras kepala Israel.

Dalam pernyataan resmi pada Rabu (9/7/2025), Hamas mengungkapkan bahwa proses negosiasi yang tengah berlangsung di Doha, Qatar, mencakup tiga tuntutan utama yang mereka anggap sebagai syarat mutlak untuk menghentikan perang.

3 Tututan Hamas dalam Perundingan Gencatan Senjata Gaza

1. Jaminan Gencatan Senjata Permanen

Hamas menekankan bahwa mereka tidak akan menerima gencatan senjata sementara. Mereka menuntut jaminan yang nyata bahwa Israel akan menghentikan agresinya secara permanen. Bagi Hamas, penghentian perang yang hanya bersifat sementara berisiko dimanfaatkan oleh Israel untuk menyerang kembali.

2. Penarikan Total Pasukan Israel dari Gaza

Penarikan pasukan menjadi salah satu tuntutan krusial. Hamas ingin seluruh tentara Israel meninggalkan Gaza sebagai bagian dari tahap pertama gencatan senjata. Wilayah penarikan harus dirancang sedemikian rupa agar tidak mengganggu kehidupan sipil warga Gaza dan membuka jalan bagi fase negosiasi selanjutnya.

3. Akses Penuh bagi Bantuan Kemanusiaan

Hamas juga menuntut aliran bantuan kemanusiaan tanpa hambatan. Mereka menyerukan pembukaan jalur distribusi bantuan secara bebas dan bermartabat guna menghentikan krisis kelaparan dan dehidrasi yang semakin parah di Gaza. Situasi kemanusiaan di lapangan saat ini sangat genting, dengan rumah sakit berada di ambang keruntuhan karena kekurangan bahan bakar dan obat-obatan.

Pejabat Hamas, Taher Al Nunu, menyebut pihaknya menunjukkan fleksibilitas demi melindungi warga Gaza dan menghentikan "kejahatan genosida" yang masih berlangsung. Namun di sisi lain, Israel tetap melanjutkan serangan brutal ke wilayah Gaza.

Pada hari yang sama, serangan udara Israel menewaskan sedikitnya 74 orang, termasuk delapan warga sipil yang sedang antre bantuan makanan dari Yayasan Kemanusiaan Gaza (GHF). Situasi ini memperkuat desakan internasional agar perundingan segera membuahkan hasil konkret demi menyelamatkan nyawa warga sipil yang terus menjadi korban.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
10 jam lalu

Iran: AS-Israel Kehabisan Kata-Kata untuk Jelaskan Kegagalan Perang

12 jam lalu

Militer Iran: AS dan Israel Gagal Total dalam Perang

14 jam lalu

Israel Dilaporkan Rencanakan Serang Iran Tanpa Dukungan AS

3 hari lalu

Masuk Jebakan Hizbullah, 2 Tentara Israel Tewas Kena Bom di Lebanon

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal