GAZA, iNews.id - Warga Palestina tak kehabisan akal untuk menyerang Israel. Kali ini mereka mengirim layang-layang berapi untuk membakar lahan pertanian dan hutan Israel.
Warga Palestina yang mengirim layang-layang dari perbatasan Gaza percaya mereka berhasil menemukan senjata baru yang efektif untuk menggempur Israel. Taktik baru ini memancing amarah Israel.
Pihak Israel mengancam akan melawan layang-layang api Palestina dengan menembak pelaku. Menteri Keamanan Publik Gilad Erdan menegaskan penembak jitu Israel harus menembak layang-layang api tersebut.
"Saya berharap IDF (Pasukan Pertahanan Israel) segera menangani layang-layang ini persis seperti ketika mereka melawan teroris," ujar Erdan, seperti dilaporkan Reuters, Jumat (8/6/2018).
Israel juga mengajak para penggemar drone untuk membantu menyerang layang-layang tersebut.
"Jika drone mereka tersesat, kami akan memberi kompensasi," kata salah seorang jenderal yang tidak disebutkan namanya, kepada Reuters.
Pasukan juga memasang drone pengintai lebih besar yang dapat merobek atau memotong senar layang-layang di udara. Namun dia mengakui adanya keterbatasan dalam menjalankan langkah-langkah tersebut.
"Langkah terakhir kami harus menembak layang-layang juga," tambahnya.
Satu dari lima remaja Palestina, Shadi (19), mengaku tak menyangka layang-layang itu bisa membuat pasukan Israel kewalahan.
“Itu dimulai secara spontan. Kami tidak pernah berpikir kami akan mencapai hasil yang baik seperti itu,” kata Shadi.
Layang-layang itu terbuat dari kain yang dicelupkan ke dalam solar dan minyak pelumas di sebuah ladang Gaza.
"Idenya sederhana, gunakan alat paling sederhana untuk menyebabkan kerusakan dan kerugian pada pendudukan (Israel)," kata Shadi.
Tidak ada yang terluka akibat kebakaran yang disebabkan layang-layang api. Namun, sekitar 910 hektare ladang dan cagar alam yang sudah kering, terbakar akibat tiupan angin dari Laut Mediterania.
Pemerintah Israel menyatakan, kerusakan akibat insiden ini mencapai sekitar Rp34 miliar.
Pejabat kehutanan Israel, Daniel Ben-David, mengatakan beberapa layang-layang dihiasi dengan swastika atau warna nasional Palestina. Namun belakangan layang-layang dikirim terbuat dari lembaran nilon transparan.
Setidaknya 120 orang Palestina tewas ditangan pasukan Israel selama demonstrasi di sepanjang perbatasan Gaza sejak 30 Maret.