TEHERAN, iNews.id - Iran mengancam akan menyerang infrastruktur negara-negara Timur Tengah jika tak ada jaminan keamanan bagi negaranya. Ancaman itu disampaikan di tengah negosiasi AS-Iran yang masih berlangsung di New York.
Kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan jika keamanan negaranya tidak terjamin, tidak ada infrastruktur di kawasan yang aman dari serangan Iran.
"Di kawasan, di mana kita tidak bisa menjual minyak, tidak ada orang lain yang bisa menjual minyak; atau jika keamanan kita tidak terjamin, tidak ada infrastruktur yang tetap aman," kata pria yang juga menjabat ketua parlemen Iran itu, seperti disiarkan stasiun televisi pemerintah.
Sementara itu, di kesempatan terpisah, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi berharap jawaban resmi dari Amerika Serikat (AS) terkait proposal baru Iran untuk membuka Selat Hormuz.
Dia menambahkan, beberapa ide mengenai poin-poin proposal baru disampaikan negara mediator Qatar.
"Kami mendiskusikannya, mereka akan mengangkat isu ini dengan AS sekali lagi, setelah itu tanggapan akhir AS akan disampaikan kepada kami," kata Araghchi.
Dia menambahkan, Qatar berharap akan mendapat respons dari AS pada Selasa waktu New York.