TEHERAN, iNews.id - Militer Iran menyiapkan serangan kejutan untuk Amerika Serikat (AS) jika terus menyerang wilayahnya dan melanggar MoU Islamabad, perjanjian yang mengakhiri perang kedua pihak sejak 28 Februari lalu.
Seorang juru bicara militer Iran Brigjen Mohammad Akraminia mengatakan, Presiden Donald Trump akan menghadapi tindakan tak terduga dari militer Iran jika AS melanjutkan kebijakan permusuhan serta petualangan jahat mereka.
“Para pejabat AS akan menghadapi tantangan baru dan tak terduga dari militer Republik Islam Iran, baik dalam hal persenjataan maupun geografi perang, yang tidak pernah mereka bayangkan. Amerika Serikat harus berharap kejutan dari militer kami,” kata Akraminia, kepada kantor berita mahasiswa Iran, ISNA, dikutip Jumat (17/7/2026).
Dia menilai, AS tidak bisa mengendalikan sepenuhnya gejolak, bahkan di wilayah-wilayah yang mereka kuasai secara militer.
Akraminia melanjutkan, kapal-kapal tanker Iran terus berlayar dari Selat Hormuz menuju Samudera Hindia seraya memperingatkan, “Setiap ancaman dari AS atau sekutunya akan memicu pembalasan langsung dan keras."
Peringatan itu disampaikan setelah AS menerapkan kembali blokade maritim terhadap Iran. Kapal-kapal tanker maupun kargo Iran dicegat, tak bisa keluar dari Teluk Persia.