Israel Gempur Lebanon! Iran Hentikan Komunikasi dengan AS, Perundingan Damai Terancam Batal

Anton Suhartono
Iran menghentikan komunikasi tidak langsung dengan Amerika Serikat menyusul serangan besar-besaran Israel ke Lebanon (Foto: AI)

TEHERAN, iNews.id - Iran menghentikan komunikasi tidak langsung dengan Amerika Serikat (AS) menyusul serangan besar-besaran Israel ke Lebanon. Selama ini petukaran naskah  atau dokumen antara Iran dan AS dilakukan melalui mediator Pakistan.

Kantor berita Tasnim melaporkan, keputusan itu diambil sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata yang terus dilakukan Israel di Lebanon. Iran sebelumnya memasukkan Lebanon sebagai salah satu syarat yang mendasari kesepakatan gencatan senjata dengan AS.

"(Tim negosiasi Iran akan menghentikan) Pembicaraan dan pertukaran naskah melalui mediator (sampai tuntutan mereka mengenai Gaza dan Lebanon dipenuhi)," demikian laporan Tasnim, dikutip Selasa (2/6/2026).

Para pejabat dan negosiator Iran menegaskan perlunya penghentian segera operasi militer Israel di Gaza dan Lebanon, serta penarikan penuh pasukan Zionis dari wilayah yang diduduki di Lebanon.

"Selama sikap Iran dan front perlawanan mengenai masalah ini tidak direspons, tidak akan ada pembicaraan (dengan AS)," demikian laporan media pemerintah tersebut.

Bukan hanya itu, Iran dan kelompok-kelompok proksinya, yang disebut poros perlawanan, mempersiapkan pembalasan atas serangan Israel. Militer Iran bahkan mempertimbangkan untuk membuka front pertempuran tambahan.

Langkah-langkah yang sedang dipertimbangkan termasuk penutupan total Selat Hormuz dan pengaktifan front-front lain, termasuk Selat Bab Al Mandab, sebagai cara untuk menekan Israel dan negara-negara sekutunya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Trump Tegaskan AS Mungkin Serang Gunung Pickaxe, Fasilitas Nuklir Rahasia Iran

2 hari lalu

China Tegaskan Dukung Palestina, Desak Israel Setop Caplok Tepi Barat

2 hari lalu

Penembakan SD di Oregon Tewaskan 3 Anak, Pelaku 16 Tahun Ditembak Mati Warga

3 hari lalu

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Terpidana Nidal Hasan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal