Israel Gerah AS dan Arab Saudi Teken Perjanjian Nuklir

Anton Suhartono
Para politisi Israel menentang keras perjanjian kerja sama nuklir sipil Amerika Serikat dengan Arab Saudi (Foto: AP)

TEL AVIV, iNews.id - Para politisi Israel menentang keras perjanjian kerja sama nuklir sipil Amerika Serikat (AS) dengan Arab Saudi. Negara Yahudi itu menilai perjanjian tersebut membuka peluang Saudi membangun reaktor nuklir menggunakan teknologi AS.

Selain itu Saudi dianggap bisa memperkaya uranium secara berlebihan, memicu kekhawatiran baru dimulainya perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah.

Padahal, kesepakatan yang diberi nama Perjanjian 123 tersebut dan diumumkan oleh Menteri Energi AS Chris Wright pada Rabu (22/7/2026), bertujuan untuk memungkinkan Saudi mengembangkan program nuklir sipil.

Para pejabat Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Menteri Pertahanan Israel Katz, maupun Menlu Gideon Saar, sejauh ini belum memberikan komentar resmi. Namun para politisi lain sudah mulai mengungukapkan penolakan.

"Perjanjian nuklir yang disepakati dengan Arab Saudi, tanpa sepengetahuan Israel, merupakan kegagalan strategis serius yang membahayakan keamanan kita," kata tokoh oposisi Israel yang juga mantan perdana menteri, Naftali Bennett, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (23/7/2026).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
12 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.632 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

18 jam lalu

Thailand Deportasi Warga Prancis Cekcok dengan Turis Israel, Sempat Kibarkan Bendera Palestina

18 jam lalu

Dewan HAM PBB Kutuk Rencana Israel Usir Paksa Seluruh Warga Gaza

18 jam lalu

Iran Peringatkan Dampak Perang Ekonomi AS: Negara Teluk Kena Getahnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal