Jerman Bersedia Kirim Tank Leopard 2 ke Ukraina, Syaratnya AS Juga Lakukan Hal Ini

Ahmad Islamy Jamil
Kanselir Jerman, Olaf Scholz. (Foto: Reuters)

BERLIN, iNews.id – Jerman bersedia mengirimkan tank Leopard 2 ke Ukraina untuk membantu Kiev melawan gempuran Rusia. Namun, kebijakan itu akan dilakukan Berlin dengan syarat.

Dalam percakapannya dengan Presiden AS Joe Biden pada Selasa (17/1/2023), Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan, negaranya akan memasok Ukraina dengan tank Leopard 2, tetapi dengan syarat Washington DC juga mengirimkan tank Abrams ke sana. Hal tersebut terungkap lewat laporan surat kabar Jerman, Suddeutsche Zeitung, pada Rabu (18/1/2023), dengan mengutip sejumlah sumber.

Kemarin, Scholz berbicara di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Dalam kesempatan itu dia menyebutkan, Jerman adalah salah satu negara terdepan dalam memberikan dukungan untuk Ukraina. 

Dia pun meyakinkan para peserta forum bahwa negaranya akan terus memberikan bantuan kepada Kiev. Pada saat yang sama, kata Scholz, Berlin tidak menginginkan langkah sepihak, dan semua keputusan dibuat dalam koordinasi dengan para sekutu, khususnya, dengan Amerika Serikat, yang memainkan peran penting dalam masalah ini. 

Untuk diketahui, Jerman sampai sejauh ini masih menahan diri dengan tidak mengirimkan Leopard 2 ke Ukraina.

Pada April 2022, Rusia mengirimkan catatan kepada negara-negara anggota NATO. Catatan itu berisi sikap Moskow yang mengutuk bantuan militer mereka kepada Ukraina menyusul agresi Rusia di negara tentangganya itu. 

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan, langkah Barat yang terus-menerus memasok Ukraina dengan berbagai persenjataan, tidak akan berkontribusi pada keberhasilan negosiasi damai di masa mendatang. Sebaliknya, hal itu hanya akan berdampak buruk pada konflik.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas

57 tahun lalu

Putin: Ukraina Minta Serangan ke Wilayah Lebih Dalam Dihentikan

57 tahun lalu

Duh, AS-Iran Saling Serang Lagi Gara-Gara Salah Menafsirkan MoU Perjanjian Damai

57 tahun lalu

Wow, Putin Ngobrol dengan Presiden Belarusia Lukashenko 24 Jam Lebih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal