Joe Biden dan Vladimir Putin Bakal Bahas Masalah Ukraina lewat Panggilan Video

Ahmad Islamy Jamil
Presiden AS Joe Biden (kanan) dan Presiden Rusia Vladimir Putin berjabat tangan saat bertemu di Jenewa, Swiss, Juni lalu. (Foto: Reuters)

WASHINGTON DC, iNews.id – Presiden AS Joe Biden dan Presiden RusiaVladimir Putin akan mengadakan pertemuan secara virtual pada Selasa (7/12/2021). Lewat panggilan video itu, kedua pemimpin dunia akan membahas situasi yang tegang di Ukraina.

“Biden akan menyampaikan keprihatinan AS atas kegiatan militer Rusia di perbatasan dengan Ukraina dan menegaskan kembali dukungan Amerika Serikat untuk kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina,” kata Juru Bicara Gedung Putih (Istana Presiden AS), Jen Psaki, dalam sebuah pernyataan yang dikutip Reuters, Minggu (5/12/2021).

Dia menuturkan, topik lain yang dibahas Biden dan Putin nanti juga menyangkut isu-isu regional, stabilitas strategis, dan masalah dunia maya. Keduanya juga akan membahas tentang hubungan bilateral dan implementasi kesepakatan yang dicapai pada pertemuan mereka di Jenewa, Swiss, pada Juni lalu.

“Percakapan (via panggilan video antara Biden dan Putin) memang akan berlangsung pada Selasa. Hubungan bilateral, tentu saja Ukraina, dan realisasi kesepakatan yang dicapai di Jenewa menjadi (item) utama dalam agenda,” kata Juru Bicara Kremlin (Istana Presiden Rusia), Dmitry Peskov, kepada Reuters.

Lebih dari 94.000 tentara Rusia dikatakan berkumpul di dekat perbatasan Ukraina. Menteri Pertahanan Ukraina, Oleksii Reznikov, menduga Moskow merencanakan serangan besar-besaran terhadap Ukraina pada akhir Januari, dengan mengutip laporan intelijen. Para pejabat Amerika Serikat juga sampai pada kesimpulan yang sama.

Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, secara terpisah mengatakan bahwa Washington DC berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada Ukraina demi melindungi wilayahnya. Austin menambahkan, ada banyak ruang bagi diplomasi dan dialog para pemimpin untuk bekerja di Ukraina.

Hubungan AS dan Rusia sudah memburuk selama bertahun-tahun, terutama sejak pencaplokan Krimea oleh Rusia dari Ukraina pada 2014.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
2 hari lalu

Trump Kirim Proposal Perjanjian Nuklir AS-Saudi ke Kongres, Syaratnya Harus Berdamai dengan Israel

2 hari lalu

Nah, AS Bersedia Batalkan Operasi Ekonomi terhadap Iran asal Selat Hormuz Dibuka Total

3 hari lalu

Pengadilan AS Larang Lelang 100 Lebih Benda Peninggalan Kapal Titanic, Kenapa?

3 hari lalu

Donald Trump Perintahkan Kibarkan Bendera AS Setengah Tiang untuk Hormati Dolly Parton

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal