Kanada Bakal Kerahkan 400 Tentara ke Ukraina, untuk Apa?

Ahmad Islamy Jamil
Perdana Menteri (PM) Kanada, Justin Trudeau. (Foto: Reuters)

TORONTO, iNews.idKanada bakal mengerahkan tentaranya dengan total hingga 400 personel untuk membantu militerUkraina. Sebanyak 60 orang dari mereka akan dikerahkan dalam beberapa hari ke depan. 

“Hari ini, kami dengan senang hati mengumumkan perpanjangan dan perluasan Operation Unifier, dengan sekitar 340 juta dolar,” kata Menteri Pertahanan Kanada Anita Anand dalam konferensi pers dengan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, Rabu (26/1/2022) waktu setempat.

“Kami akan meningkatkan kapasitas misi pelatihan kami di Ukraina, mengerahkan hingga 400 anggota Angkatan Bersenjata Kanada dengan 60 di antaranya akan dikerahkan dalam beberapa hari mendatang,” ujarnya seperti dikutip kantor berita Sputnik.

Dia menuturkan, tentara Kanada akan memberikan pelatihan di berbagai bidang seperti taktik perang, pembuangan bahan peledak yang diimprovisasi, sniping, pengintaian, juga obat-obatan, Anand menambahkan.

Pada kesempatan yang sama, Trudeau menjelaskan, Kanada akan memperpanjang operasi militer itu selama tiga tahun lagi dan menggandakan jumlah tentaranya di Ukraina dari 200 menjadi 400 personel. Operasi tersebut difokuskan di bagian barat Ukraina, di mana risiko terhadap pasukan paling rendah dan mereka dapat berkonsentrasi pada misi pelatihan dan dukungan.

Menurut Turdeau, keselamatan personel Kanada tetap yang terpenting. Jika terjadi invasi Rusia, Pemerintah Kanada akan memastikan bahwa anggota militernya tetap aman.

“Keputusan tentang berapa banyak pasukan yang akan dikirim tidak melebihi batas 400 personel, akan ditentukan oleh situasi di lapangan,” ucap Trudeau.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
5 hari lalu

Zelensky: Rusia Tak Ingin Damai, Minta Banyak Rudal dan Tentara ke Korut

5 hari lalu

Rusia Manfaatkan Kelemahan Ukraina, Serang Banyak Kota Pakai Rudal Korut

6 hari lalu

Rusia Porak-porandakan Kota-Kota di Ukraina Pakai Rudal Korut, Presiden Zelensky Murka

6 hari lalu

Mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad Dijatuhi Hukuman Mati

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal