Kapal Pesiar Supermewah Milik Miliarder Rusia Lintasi Selat Hormuz Tanpa Gangguan, Meledek AS?

Anton Suhartono
Ilustrasi kapal pesiar supermewah milik miliarder Rusia, Alexey Mordashov, melintasi Selat Hormuz tanpa gangguan pada akhir pekan lalu (Foto: AP)

TEHERAN, iNews.id - Kapal pesiar supermewah milik miliarder Rusia, Alexey Mordashov, melintasi Selat Hormuz tanpa gangguan pada akhir pekan lalu. Mordashov merupakan pengusaha Rusia yang masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat (AS).

Pelayaran superyacht bernama Nord di perairan laut yang sedang bergejolak itu seolah-olah meledek AS, yang juga sedang memblokade Selat Hormuz terhadap kapal-kapal Iran atau yang terkait dengannya.

Data peacakan pelayaran kapal MarineTraffic mengungkap, superyacht Nord berangkat dari marina di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 14.00 GMT, melintasi Selat Hormuz pada Sabtu pagi, kemudian tiba di pelabuhan Muscat, Oman, pada Minggu pagi.

Mordashov merupakan seorang taipan baja dan pemegang saham utama Severstal. Dia juga dijatuhi sanksi oleh AS dan Uni Eropa menyusul perang Rusia di Ukraina karena hubungannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Selat Hormuz, yang terletak di pintu masuk Teluk Persia, biasanya menangani sekitar 20 persen pasokan minyak global. Namun, sejak perang AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari, hanya sejumlah kecil kapal yang boleh melintas oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Sebagian besar dari kapal yang diperbolehkan melintas adalah kapal dagang. Sebelum konflik, Selat Hormuz biasanya dilalui sekitar 125 hingga 140 kapal setiap hari.

AS memblokade pelabuhan Iran, melarang kapal-kapal masuk dan keluar. Namun Presiden Donald Trump memperbarui ancamannya, yakni kapal-kapal dilarang melintasi selat tersebut tanpa izin.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
6 jam lalu

Gempa Besar M7,2 Guncang Kamchatka Rusia, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

22 jam lalu

Ngeri! AS Dilaporkan Bakal Gunakan Amunisi "Ibu dari Segala Bom" Serang Iran

1 hari lalu

Trump: China dan Rusia Rugi Besar jika Bantu Iran Perang Lawan AS

1 hari lalu

Harga Minyak Dunia Turun usai AS Pertimbangkan Longgarkan Sanksi Kapal Tanker

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal