Kecam Myanmar, Bangladesh Kewalahan Tampung Pengungsi Rohingya

Nathania Riris Michico
Para pengugsi Rohingya meneriakkan slogan-slogan saat ikut serta dalam sebuah unjuk rasa di kamp pengungsi Kutupalong untuk menandai peringatan satu tahun pengungsian besar-besaran mereka. Cox’s Bazar, Bangladesh. (foto: Reuters/Mohammad Ponir Hoss

DHAKA, iNews.id - Menteri Luar Negeri Bangladesh Shahidul Haque mengatakan negaranya tidak bisa lagi menampung pengungsi dari Myanmar. Setelah 18 bulan, lebih dari 700 ribu Muslim Rohingya menyelamatkan diri masuk ke Bangladesh.

Serangan pemberontak Rohingya terhadap pos militer Myanmar di Negara Bagian Rakhine disusul operasi penumpasan oleh militer Myanmar menyebabkan ratusan ribu warga mengungsi. Amerika Serikat (AS), Inggris, dan negara lain menuduh militer Myanmar melakukan pembersihan etnis, namun dibantah oleh Myanmar.

Haque menuduh Myanmar memberi janji kosong dan bermacam tindakan demi merintangi usaha perundingan mengenai kepulangan pengungsi Rohingya ke Rakhine. Tidak seorang pun dari pengungsi, kata Haque, yang dengan sukarela mau pulang karena tidak adanya suasana kondusif di sana.

Myanmar menyatakan siap menerima kepulangan Muslim Rohingya itu sejak Januari, namun PBB mengatakan kondisi di sana masih belum tepat bagi pengungsi untuk pulang. Rohingya sendiri menyatakan ingin ada jaminan keamanan dan diakui sebagai warga negara sebelum kembali ke Myanmar.

Negara-negara Barat anggota Dewan Keamanan PBB menyesalkan kurangnya tindakan dari pemerintah Myanmar.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
24 jam lalu

Hemat Energi, Bangladesh Pangkas Jam Kerja hingga Batasi Dekorasi Pernikahan

Internasional
14 hari lalu

Tragis! Bus Pemudik Ditabrak Kereta Api hingga Terseret 1 Km, 12 Orang Tewas

Internasional
26 hari lalu

Perang Timur Tengah, Negara Ini Liburkan Kampus dan Sekolah hingga Batasi Pembelian BBM

Nasional
2 bulan lalu

WNI Ditangkap di Turki, Diduga Jual Warga Rohingya ke Luar Negeri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal