BANGKOK, iNews.id - Korban tewas akibat kereta api anjlok di Distrik Sikhio, Provinsi Nakhon Ratchasima, Thailand, Rabu (14/1/2026), bertambah menjadi 22 orang. Empat gerbong (sebelumnya disebutkan tiga) kereta tertimpa crane raksasa proyek kereta cepat Thailand-China.
Crane jatuh menimpa kereta saat memindahkan box girder beton yang bobotnya mencapai ratusan ton.
Thirasak Wongsoongnern, kru kereta yang anjlok, mengatakan kepada Thairath Online, gerbong pertama tidak rusak parah. Namun dua gerbong lainnya dalam kondisi parah dan terbakar. Sebagian besar korban tewas berada di gerbong tersebut.
Menurut Thirasak, keretanya melaju cepat yakni sekitar 120 km per jam saat tiba-tiba crane dan box girder menimpa dari atas. Dahsyatnya tumbukan yang disertai kereta anjlok menyebabkan beberapa penumpang terlempar ke atas.
Para kru, lanjut dia, berusaha menyelamatkan penumpang yang berada di gerbong yang ringsek, namun tak bisa berbuat banyak karena kondisinya terbakar.
Surat kabar The Nation melaporkan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.30 waktu setempat. Dua gerbong pertama mengalami kerusakan parah karena tertimpa crane dan box girder, sementara gerbong ketiga dan keempat rusak ringan dan anjlok.
Kerena nahas tersebut membawa 195 penumpang, selain 22 korban tewas, 80 orang lainnya mengalami luka.