TEHERAN, iNews.id - Jumlah korban tewas akibat demonstrasi di Iran bertambah menjadi 4.029 orang, demikian data lembaga Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis Amerika Serikat (AS). Angka tersebut berdasarkan data hingga Senin (19/1/2026).
HRANA juga mengungkap, setidaknya 5.811 orang menderita luka parah selama protes, menurut laporan tersebut.
Selain itu sebanyak 26.015 orang ditangkap hingga hari ke-23 demonstrasi besar-besaran di penjuru negara tersebut.
Iran diguncang demonstrasi besar sejak 28 Desember 2025, dimulai dengan aksi mogok para pedagang di Pasar Besar Teheran.
Demonstrasi dipicu oleh melemahnya nilai tukar mata uang rial Iran serta memburuknya kondisi ekonomi. Unjuk rasa dengan cepat menyebar ke berbagai kota lain diwarnai kerusuhan, pembakaran, dan perusakan.
Para pejabat Iran menuduh AS dan Israel berada di balik demonstrasi rusuh tersebut, termasuk mempersenjatai, serta nmenyebut para pelaku sebagai teroris.
Presiden AS Donald Trump berulang kali mengancam akan menyerang Iran jika otoritas Iran terus bertindak represif terhadap pengunjuk rasa. Namun pekan lalu dia berubah sikap dengan menyebut pemerintah Iran tak lagi membunuh demonstran serta membatalkan hukuman mati terhadap demonstran rusuh.