Kritik Kampanye Perubahan Iklim Biden, Trump: Udara China dan India Jauh Lebih Kotor

Ahmad Islamy Jamil
Calon presiden petahana AS, Donald Trump (kiri), dan pesaingnya, Joe Biden, dalam debat kandidat terakhir di Nashville, Tennessee, Kamis (22/10/2020) malam waktu setempat. (Foto: AFP)

NASHVILLE, iNews.id – Calon presiden petahana AS, Donald Trump, melontarkan kritik terhadap kampanye perubahan iklim yang diusung pesaingnya, Joe Biden. Menurut dia, udara di China dan India jauh lebih kotor daripada Amerika, sehingga merekalah yang lebih bertanggung jawab dalam mengatasi perubahan iklim.

Donald Trump dan Joe Biden mengikuti debat terakhir mereka pagi WIB ini. Debat tersebut dipentaskan di Universitas Belmont di Nashville, Tennessee. Pada debat final kandidat tersebut, Trump memperbarui kritiknya bahwa tindakan terhadap perubahan iklim tidak adil bagi Amerika Serikat.

“Lihat China, betapa kotornya itu. Lihatlah Rusia, lihat India, juga kotor. Udara mereka kotor,” kata Trump, dikutip AFP, Jumat (23/10/2020) WIB.

Trump menuding rencana Biden mengatasi perubahan iklim sebagai “bencana ekonomi” bagi negara-negara bagian yang kaya minyak di AS seperti Texas dan Oklahoma. Sementara, Biden mengatakan, perubahan iklim adalah ancaman eksistensial bagi umat manusia. Amerika menurut dia memiliki kewajiban moral untuk menghadapi ancaman itu.

“Kita akan melewati titik tanpa harapan dalam delapan hingga 10 tahun ke depan (akibat perubahan iklim),” kata mantan wakil presiden AS dua periode itu.

Menurut perhitungan para ilmuwan, bumi telah menghangat sekitar 1 derajat Celsius (34 derajat Fahrenheit) dari tingkat era praindustri. Kenaikan suhu itu cukup untuk meningkatkan intensitas gelombang panas yang mematikan, kekeringan, dan badai tropis.

Trump telah menarik AS keluar dari Kesepakatan Iklim Paris 2015—yang bertujuan untuk mengurangi emisi karbon dan membatasi pemanasan global “jauh di bawah” 2 derajat Celsius.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Ancam Tarif 100 Persen untuk Negara Eropa yang Pajaki Raksasa Teknologi AS

57 tahun lalu

AS Bombardir Beberapa Target Iran, Fasilitas Radar hingga Gudang Rudal

57 tahun lalu

AS Rilis Paspor Edisi Terbatas Bergambar Trump, Begini Wujudnya

57 tahun lalu

AS Kendalikan Aset Iran Rp1.870 Triliun, Kalau Dicairkan Harus Dipakai Beli Pangan Produk Amerika

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal