Kritis! Korsel Bakal Berlakukan Keadaan Darurat Ekonomi Dampak Perang Timur Tengah

Anton Suhartono
Lee Jae Myung memperingatkan kemungkinan pemberlakuan keadaan darurat ekonomi di Korsel terkait konflik di Timur Tengah (Foto: AP)

SEOUL, iNews.id - Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung memperingatkan kemungkinan pemberlakuan keadaan darurat ekonomi terkait konflik di Timur Tengah. Negeri Gingseng termasuk salah satu negara paling terdampak putusnya pasokan energi dari negara-negara Timur Tengah setelah Iran memblokade Selat Hormuz pada awal Maret.

Korsel mengimpor sekitar 55 persen total kebutuhan energinya dari Timur Tengah, sementara pasokan terhenti.

Dalam rapat Kabinet, Selasa (31/3/2026), Lee mengatakan dekrit ekonomi darurat bisa dikeluarkan jika perlu. Dalam status tersebut, presiden berhak mengambil tindakan tanpa harus melalui persetujuan dari DPR atau Majelis Nasional.

Dekrit semacam itu biasanya diberlakukan jika negara mengalami krisis keuangan parah, bencana alam, atau kerusuhan di dalam negeri. Korsel terakhir kali menerapkan keadaan darurat ekonomi pada 1993 di bawah pemerintahan Presiden Kim Young Sam.

"Korea Selatan, yang sangat bergantung pada pasar eksternal dan sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah, membutuhkan inspeksi lebih menyeluruh dan langkah-langkah darurat lebih rinci," kata Lee, seperti dilaporkan kantor berita Yonhap.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 jam lalu

Menkeu AS Klaim Iran Akan Buka Selat Hormuz Hari Ini

14 jam lalu

Iran Akan Tembak Setiap Kapal Lewati Jalur Ilegal Selat Hormuz

15 jam lalu

Presiden Iran Pezeshkian Bantah Mundur: Saya Ingin Lanjutkan Perjuangan!

17 jam lalu

Trump: Kita Kasih Iran Kesempatan Terakhir sebelum Dipenggal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal