PARIS, iNews.id - Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak Presiden Iran Hassan Rouhani untuk menghindari ketegangan yang terus memuncak setelah Amerika Serikat (AS) menetapkan pasukan elit Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris.
Hal itu dia sampaikan dalam percakapan melali telepon.
"Presiden mendesak (Rouhani) untuk menghindari eskalasi atau destabilisasi kawasan," kata presiden Prancis itu, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Rabu (10/4/2019).
Dengan sekitar 125.000 tentara, Garda Revolusi Iran punya pengaruh luas dalam ekonomi Iran. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut pasukan tersebut menjadi penyokong aktivitas Iran yang dia anggap sebagai aksi terorisme.
"Mereka adalah sarana utama Teheran untuk mengarahkan dan melaksanakan kampanye teroris globalnya," kata Trump.
Ini merupakan pertama kalinya AS mencap badan militer negara lain sebagai organisasi teroris.
Sebagai tanggapan, Rouhani kemarin pada hari Selasa menuduh AS sebagai negara pemimpin terorisme dunia yang sesungguhnya.
Pengawal Revolusi merupakan tangan kanan ideologis militer Iran dan sangat berpengaruh dalam kehidupan politik dan ekonomi negara tersebut.