Memanas, 25 Jet Tempur dan Pembom China Masuk Wilayah Udara Taiwan

Djairan
Pesawat tempur China memasuki wilayah udara Taiwan. (Foto Getty Images).

TAIPEI, iNews.id - Sebanyak 25 jet tempur dan pembom berkemampuan nuklir milik angkatan udara China dilaporkan memasuki zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan, Senin (12/4/2021). Pemerintah Taiwan menyebut hal itu sebagai serangan terbesar yang diluncurkan China hingga saat ini.

Melansir Reuters, Selasa (13/4/2021), Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan misi terbaru China kali ini mengirim 14 jet tempur J-16, 4 jet tempur J-10, serta 4 pesawat pembom H-6K yang dapat membawa senjata nuklir. Lalu 2 pesawat anti-kapal selam dan 1 pesawat peringatan dini.

Laporan tersebut muncul tidak lama setelah Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Jumat pekan lalu mengeluarkan pedoman baru yang akan memungkinkan para pejabat AS dapat bertemu lebih bebas dengan pejabat Taiwan. Tujuannya memperdalam hubungan Washington dengan Taipei.

Taiwan mengeluhkan misi berulang oleh angkatan udara China di dekat wilayahnya selama beberapa bulan terakhir. Langkah China tampak terkonsentrasi di bagian barat daya zona pertahanan udara Taiwan, dekat Kepulauan Pratas.

Apa yang dikerahkan China pada Senin adalah serangan harian terbesar sejak Kementerian Pertahanan Taiwan mulai melaporkan aktivitas Angkatan Udara China di ADIZ secara rutin. Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, jet tempur telah dikirim untuk memperingatkan pesawat China. Sistem rudal juga dikerahkan untuk memantau mereka.

China sebelumnya mengatakan misi tersebut bertujuan untuk melindungi kedaulatan wilayah negaranya, dan untuk mencegah kolusi antara Taipei dan Washington. Kendati demikian, AS seperti kebanyakan negara lain, tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengatakan pada Minggu pekan lalu bahwa AS prihatin tentang tindakan agresif China terhadap Taiwan. Sementara China terus bersikeras mengatakan Taiwan menjadi bagian teritorialnya yang paling sensitif, dan hal itu menjadi 'garis merah' yang tidak boleh dilintasi AS.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ekstrem! Pasangan Ini Panjat Ujung Antena Empire State Building New York untuk Lamaran

57 tahun lalu

Iran Larang Badan Energi Atom Periksa Fasilitas Nuklir yang Hancur Diserang AS

57 tahun lalu

Trump Tuduh China Ingin Kuasai Terusan Panama: Tak Akan Terjadi!

57 tahun lalu

Trump Sebut AS Tak Berniat Serang Iran Lagi, kecuali...

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal